Lensa FAQ #2: Benarkah Lensa Cepat Mampu Memperjelas Bidikan Lewat Viewfinder?

Beginner

Banyak yang mengatakan bahwa jumlah cahaya yang masuk ke kamera akan lebih banyak jika menggunakan lensa dengan tingkat aperture maksimum tinggi. Bagaimana hal ini dapat memengaruhi viewfinder?

& Digital Camera Magazine& Ryosuke Takahashi

Diterbitkan pada 19 June 2019 Diperbarui pada 29 January 2026

Waktu baca

  • 0
  • 0
  • 0

Serial ini mengupas segala pertanyaan mengenai lensa yang menurut Anda sudah Anda ketahui (padahal belum). Dalam artikel ini, kita akan menengok hubungan antara aperture maksimum pada lensa dan bidikan melalui viewfinder. (Dilaporkan oleh: Ryosuke Takahashi)

 

Apa yang dimaksud dengan lensa cepat (“terang”)?

Lensa cepat adalah lensa dengan aperture maksimum besar, seperti f/1.2, f/1.4, atau f/2.8.

Jika sebuah lensa memiliki aperture maksimum yang besar, artinya lensa tersebut mampu menyerap lebih banyak cahaya sehingga cahaya dapat sampai ke sensor. Pada pengaturan aperture maksimum, Anda akan lebih cepat memperoleh eksposur yang pas dibandingkan pada lensa yang aperture maksimumnya lebih kecil. Oleh sebab itu, lensa semacam ini juga dikenal dengan nama “cepat” atau “terang”.

 

Bagaimana hal ini memengaruhi bidikan melalui viewfinder optik?

Bidikan melaui OVF (lensa f/1.4)

Bidikan melaui OVF pada lensa f/1.4

Bidikan melaui OVF (lensa f/4)

Bidikan melaui OVF pada lensa f/4

Setiap gambar di atas dihasilkan dari viewfinder optik (OVF) EF24-105mm f/4L IS USM dan EF24mm f/1.4L II USM. Kedua gambar tadi menunjukkan bagaimana aperture lensa langsung memengaruhi tingkat kecerahan bidikan yang dilakukan menggunakan OVF. Dengan bidikan viewfinder yang lebih cerah, Anda dapat melihat detail pada subjek dengan lebih jelas. Hal tersebut juga jadi kelebihan jika pemotretan dilakukan dalam kondisi minim cahaya.

Kendati tidak terlalu tampak pada gambar yang diambil di kondisi terang, misalnya gambar luar ruang, perbedaan ini akan terlihat jelas pada gambar yang diambil di kondisi minim cahaya.


Apa yang menimbulkan perbedaan ini?

Ilustrasi di bawah ini menunjukkan proses cahaya memasuki lensa DSLR untuk membentuk gambar OVF.

diagram yang menampilkan proses terbentuknya OVF

A: Pentaprisma atau pentamirror
B: Viewfinder optik
C: Cermin utama


1. Cahaya masuk ke lensa.
2. Cahaya dipantulkan oleh cermin utama (C) ke pentamirror (A).
3. Gambar yang terbentuk di (A) adalah yang Anda lihat melalui OVF (B).

Cahaya yang mencapai OVF sama sekali tidak dipengaruhi oleh pengaturan aperture, ataupun pengaturan kamera lainnya. Dengan kata lain, kecerahan bidikan OVF sepenuhnya tergantung dari jumlah cahaya yang masuk ke lensa saat aperture maksimum*.

Ketika Anda menggunakan lensa cepat, secara alami, cahaya yang masuk ke lensa lebih banyak. Hasilnya, makin banyak cahaya yang dipantulkan ke OVF. Dengan begitu, bidikan yang dilakukan menggunakan OVF tampak lebih cerah dibanding saat Anda menggunakan lensa lambat.


*Wajib tahu: Full-aperture metering

Sebagian besar kamera DSLR mengukur tingkat kecerahan pemandangan dengan full-aperture metering (Versi Inggris) (juga dikenal sebagai open-aperture metering). Artinya diafragma aperture akan tetap berada pada aperture maksimum secara otomatis. Jika bukaan kamera disetel menyempit, diafragma aperture akan ikut menyempit sebentar saat Anda melepaskan tombol rana. Lalu setelah itu, diafragma aperture akan kembali ke aperture maksimum. Cara kerja kamera mirrorless Canon juga sama, tetapi mungkin akan berbeda pada kamera-kamera lain.


Catatan tambahan: Alasan beberapa fotografer senang membidik melalui OVF

Dengan sistem ini, objek yang dilihat lewat OVF sama persis dengan yang akan dilihat oleh mata telanjang. Bidikan yang asli, apa adanya, dan “langsung” inilah yang membuat banyak fotografer gemar mengambil gambar menggunakan OVF.

 

Apakah lensa cepat dapat memengaruhi bidikan yang dilihat lewat EVF?

Berikut adalah proses terbentuknya gambar yang Anda lihat di viewfinder elektronik (EVF):

1. Cahaya masuk ke lensa.
2. Cahaya ditangkap oleh sensor gambar.
3. Gambar yang terbentuk di sensor gambar diproyeksikan ke EVF.

Jika pengaturan kamera diubah, proses ini akan berlaku pada gambar yang terbentuk di sensor gambar sehingga gambar itulah yang akan muncul di EVF. EVF juga meningkatkan kecerahan gambar secara elektronik. Oleh sebab itu, aperture maksimum lensa tidak langsung memengaruhi tingkat kecerahan bidikan EVF.

Sebaliknya, lensa cepat dapat memengaruhi kualitas gambar EVF.


Dampak lensa cepat pada hasil EVF

Jika Anda mengambil gambar di kondisi gelap, EVF secara otomatis akan melakukan “penambahan” (meningkatkan kecerahan) agar objek yang dilihat pengguna lebih jelas. Akan tetapi, jika terlalu cerah, gambar pada EVF akan tampak berbintik.

EVF tidak akan terlalu meningkatkan kecerahan apabila ada banyak cahaya yang masuk ke sensor gambar. Dalam kasus ini, lensa cepat lebih unggul. Performa AF di kondisi minim cahaya akan lebih bagus jika tidak banyak bintik yang muncul dan ada lebih banyak cahaya yang masuk ke sensor gambar.

Bidikan melalui EVF

Bidikan ke langit berbintang menggunakan EVF EOS R’

Kondisi pemotretan sebenarnya

Simulasi tampilan langit berbintang jika dilihat oleh mata telanjang

 

Baca selengkapnya tentang perbedaan OVF dan EVF di:
Dasar-Dasar Kamera #12: Viewfinder

 


Dapatkan pembaruan terkini tentang berita, saran, dan kiat fotografi.

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Related Reads

[Pelajaran 3] Belajar mengenai Aperture (Bukaan Diafragma)
Astrofotografi: Menangkap Langit Berbintang yang Jernih dengan Lensa f/1.4
Dasar-Dasar Kamera #3: Pencahayaan

Author

Digital Camera Magazine

A monthly magazine that believes that enjoyment of photography will increase the more one learns about camera functions. It delivers news on the latest cameras and features and regularly introduces various photography techniques.Published by Impress Corporation

Ryosuke Takahashi

Born in Aichi in 1960, Takahashi started his freelance career in 1987 after working with an advertising photo studio and a publishing house. Besides photographing for advertisements and magazines in a

Join the conversation

0 komentar