Lanskap Musim Panas yang Memukau: Tempat Berpanorama di Jepang & Saran Fotografi Pro (3)

Beginner

Akan bepergian ke Jepang? Dalam artikel ketiga serial ini, para fotografer profesional Jepang berbagi dua lagi tempat yang akan membuat foto lanskap nan memukau di musim panas. Lanjutkan membaca sejumlah saran fotografi, seperti waktu terbaik untuk memotret, komposisi yang bisa Anda gunakan, dan lain sebagainya. (Dilaporkan oleh: Hirokazu Nagane, Katsuhiro Yamanashi)

& Digital Camera Magazine& Hirokazu Nagane& Katsuhiro Yamanashi

Diterbitkan pada 20 July 2017 Diperbarui pada 29 January 2026

Waktu baca

  • 0
  • 0
  • 0

Akan bepergian ke Jepang? Dalam artikel ketiga serial ini, para fotografer profesional Jepang berbagi dua lagi tempat yang akan membuat foto lanskap nan memukau di musim panas. Lanjutkan membaca sejumlah saran fotografi, seperti waktu terbaik untuk memotret, komposisi yang bisa Anda gunakan, dan lain sebagainya. (Dilaporkan oleh: Hirokazu Nagane, Katsuhiro Yamanashi)

Amariyama pada pertengahan Agustus

 

1. Jalur Kereta Kitakami (Prefektur Iwate)

Jalur Kereta Kitakami (portrait)

EOS 5D Mark III/ EF24-70mm f/2.8L II USM/ FL: 24mm/ Manual exposure (f/8, 1/400 det., EV±0)/ ISO 400/ WB: Daylight
Foto oleh Hirokazu Nagane
Lokasi: Nishiwaga-machi, Waga-gun, Prefektur Iwate (Yuda Kinshuko - Hottoyuda)/ Waktu terbaik untuk pemotretan: Akhir Agustus/ Waktu memotret: 7.00 pagi

 

Memotret lanskap dan jalan kereta terpantul pada perairan Kinshuko

Tempat fotografi yang terkenal pada Jalur Kereta Kitakami. Lokasi ini adalah tempat paling menarik di sepanjang jalur kereta, dan merupakan tempat yang sangat populer bagi para fotografer. Cobalah berkunjung pada pagi-pagi jika Anda akan mengambil foto. Udara saat itu kerap tenang, sehingga Anda bisa melihat lanskap yang terpantulkan dalam air bagaikan cermin. Memotret pada orientasi potret, saya dapat menangkap pandangan lanskap yang luas, yang terpantulkan di danau, dan secara sengaja menempatkan kereta api di tengah jembatan untuk membangkitkan kesan simetris.

Kereta api yang datang dan pergi, saling berpapasan pada waktu yang nyaris bersamaan, sehingga saya dapat mengambil foto pada orientasi vertikal dan horizontal. Orientasi vertikal tampaknya merupakan pilihan yang lebih baik apabila Anda mempertimbangkan, bagaimana pantulan awan yang muncul pada permukaan perairan. Terlebih lagi, satu gerbong kereta api tampaknya lebih cocok untuk lanskap ini daripada dua gerbong.

 

Bidikan yang gagal: Pada orientasi horizontal, bingkainya memang terbatas

Jalur Kereta Kitakami (landscape)

EOS 5D Mark III/ EF24-70mm f/2.8L II USM/ FL: 33mm/ Manual exposure (f/8, 1/400 det., EV±0)/ ISO 400/ WB: Daylight
Foto oleh Hirokazu Nagane
Dari segi komposisi, orientasi horizontal ternyata bagus juga. Namun demikian, penggambaran awan yang terpantul pada permukaan perairan, tampaknya kurang.

Komposisi, bukan hanya mengenai aturan segitiga. Berikut ini, sebagian teknik komposisi: 
“Pedoman Visual”, “Yang Tidak Terduga”, dan “Subtraksi”
“Pola & Irama” & “Kurva-S”

 

2. Amariyama (Prefektur Yamanashi)

Amariyama pada pertengahan Agustus

EOS 5D Mark III/ EF24-105mm f/4L IS USM/ FL: 50mm/ Aperture-priority AE (f/8, 16 det., EV±0)/ ISO 100/ WB: Auto
Foto oleh Katsuhiro Yamanashi
Lokasi: Nirasaki-shi, Prefektur Yamanashi/ Waktu terbaik untuk pemotretan: Pertengahan Agustus/ Waktu memotret: 4:30 dini hari

 

Kombinasi unik cahaya kota Lembah Kofu dan Gunung Fuji

Cuaca pada malam sebelumnya cukup nyaman, dan saya memutuskan untuk pergi ke tempat fotografi dengan bantuan lampu senter. Melalui celah pada hamparan awan, saya bisa melihat kerlap-kerlip lampu di lembah Kofu. Saya lalu memosisikan cahaya lampu dan Gunung Fuji di antara pepohonan larch. Lampu kota dan langit saat dini hari tampak cerah. Pemandangan seperti ini tidak memerlukan kompensasi pencahayaan.

 

Saran: Tujukan kamera untuk menangkap bentuk hamparan awan, saat warnanya berubah dari biru menjadi jingga

Bidikan berikutnya diambil satu jam sesudah bidikan utama, segera setelah matahari terbit. Hamparan awan semakin merah membara, tatkala tertimpa kehangatan sang surya, dan mulai menggeliat seakan dibangunkan dari tidur, dengan bentuknya yang senantiasa berubah setiap saat. Saya ingin menangkap bentuk hamparan awan secara rinci, karena senantiasa berubah setiap saat.

Amariyama, tak lama setelah matahari terbit

EOS 5D Mark III/ EF28-300mm f/3.5-5.6L IS USM/ FL: 80mm/ Aperture-priority AE (f/16, 1/8 det., EV±0)/ ISO 100/ WB: Auto
Foto oleh Katsuhiro Yamanashi
Untuk sesaat, ada kesempatan untuk memotret, tepat saat awan yang warnanya kebiru-biruan terlihat sebelum matahari terbit, dan warnanya berubah menjadi jingga, karena tertimpa cahaya surya. Jadi, persiapkan diri Anda sebelum membidik foto.

 

Bacalah sejumlah artikel ini untuk mendapatkan saran lainnya, tentang cara mendapatkan bidikan pagi hari: 
Fotografi Lanskap Dini Hari: Memotret Sebelum atau Sesudah Matahari Terbit?
Menangkap Lanskap yang Mencengangkan di Bawah Kondisi Cahaya yang Selalu Berubah
4 Kunci Membidik Lanskap Menjelang Fajar
Menangkap Warna Cemerlang dan Benderang Matahari Terbit

 

1: Jalur Kereta Kitakami (Prefektur Iwate)
2: Amariyama (Prefektur Yamanashi)

 

Wilayah berwarna biru sudah diliput dalam artikel di bawah ini:
Lanskap Musim Panas yang Memukau: Tempat Berpanorama di Jepang & Saran Fotografi Pro (1)
Lanskap Musim Panas yang Memukau: Tempat Berpanorama di Jepang & Saran Fotografi Pro (2)

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

 

Related Reads

Teknik Komposisi Profesional (2): “Pattern & Rhythm” & “S-Curve”
Teknik Komposisi Profesional (1): Panduan Visual, Hal Tidak Terduga, dan Pengurangan
Menangkap Lanskap yang Mencengangkan di Bawah Kondisi Cahaya yang Selalu Berubah

Author

Digital Camera Magazine

A monthly magazine that believes that enjoyment of photography will increase the more one learns about camera functions. It delivers news on the latest cameras and features and regularly introduces various photography techniques.Published by Impress Corporation

Hirokazu Nagane

Born in Yokohama in 1974. After graduating from the Musashi Institute of Technology (Currently referred to as ‘Tokyo City University’), he studied under railway photographer Mitsuhide Mashima, who is

Katsuhiro Yamanashi

Born in Tokyo in 1945, Yamanashi worked at a publishing company after his graduation from the Tokyo College of Photography (now known as the Tokyo Polytechnic University), and for 4 years, journeyed a

Join the conversation

0 komentar