Teknik Picture Style untuk Meningkatkan Fotografi Lanskap Anda

Beginner

Berikut ini sejumlah saran untuk menambah sentuhan kreatif ke foto lanskap alam, dengan beberapa contoh foto yang diambil dengan kamera EOS 6D Mark II.

& Digital Camera Magazine& Jiro Tateno

Diterbitkan pada 28 December 2017 Diperbarui pada 10 December 2025

Waktu baca

  • 0
  • 0
  • 0

Jika Anda akan memotret lanskap alam, tidak ada salahnya Anda memanfaatkan fungsi Picture Style, bukan? Dengan menggunakan gambar yang diambil dengan kamera EOS 6D Mark II, artikel ini menjelajahi beberapa penyesuaian halus yang bisa Anda lakukan pada mode Picture Style “Landscape” dan “Fine Detail” untuk menangkap pemandangan dengan detail yang serinci-rincinya. (Dilaporkan oleh Jiro Tateno)

Air Terjun dengan Picture Style-Landscape dan filter PL

 

Teknik 1: Padukan Picture Style dengan filter polarisasi untuk memotong pantulan putih dan warna yang dikustomisasi

Air Terjun dengan Picture Style-Landscape dan filter PL

EOS 6D Mark II/ EF16-35mm f/2.8L III USM/ FL: 22mm/ Manual exposure (f/11, 6 det.)/ ISO 200/ WB: Tungsten Light (Lampu Pijar)

Apabila Anda memotret air terjun, sejumlah elemen dengan permukaan yang bersinar, dan bersifat reflektif, misalnya air atau dedaunan, cenderung terlihat putih alih-alih warna aslinya, akibat cahaya yang terpantul dari elemen tersebut. Ini bisa menyebabkan gambar terlihat seakan meledak. Menggunakan filter polarisasi (filter PL) dapat memotong pantulan yang tidak diinginkan, dan membuat warna asli serta bebatuan dalam air dapat terlihat, sehingga menyempurnakan suasananya dan memastikan, bahwa foto memiliki keseimbangan yang baik antara cahaya dan bayangan.

Klik di sini untuk mengetahui apa lagi yang bisa Anda lakukan dengan filter polarisasi

Pada saat yang sama, Anda bahkan bisa menangkap aspek yang ingin Anda perlihatkan secara mengesankan dengan mengalihkan Picture Style ke mode ‘Landscape’ dan menyesuaikan secara halus nada warnanya. Bagi saya, pemandangan ini bagaikan sesuatu yang menjelma dari dunia khayalan impian. Oleh karenanya, saya menetapkan kecepatan rana ke 6 detik untuk menangkap air terjun dalam aliran putih bagaikan sutra. Jika Anda tidak dapat menggunakan kecepatan rana yang lambat, saya sarankan untuk menggunakan filter neutral density (filter ND). Selanjutnya, saya menetapkan white balance ke "Tungsten Light" untuk menambah nada biru, sehingga seluruh gambar tampak surealis, yang menampilkan suasana magis.

 

Saran 1: Sesuaikan secara halus dengan menggunakan pengaturan yang mendetail dalam Picture Style

Ketika saya menetapkan Picture Style ke mode 'Landscape', warna rumput tampak pekat dan terlalu menonjol, jadi, saya menyesuaikan Colour Tone ke "+1", dan Colour Saturation ke "-2". Ini meringankan warna hijau rumput, yang membantu mengarahkan perhatian pemirsa ke arah air terjun.

Menu pengaturan Picture Style secara detail

Sebelum menyesuaikan pengaturan secara detail

Sebelum penyesuaian

Setelah menyesuaikan pengaturan Picture Style secara detail

Setelah penyesuaian

 

Saran 2: Gunakan filter PL untuk meminimalisasikan pantulan cahaya

Filter PL bisa digunakan untuk memotong pantulan cahaya yang tidak diinginkan dari tetumbuhan hijau dan permukaan air. Hal ini menonjolkan warna asli dan bahkan membuat bebatuan di bawah air terlihat, serta memastikan bahwa gambar ini memiliki keseimbangan yang baik antara cahaya dan bayangan.

Gunakan filter PL untuk meminimalisasikan pantulan cahaya

Tanpa filter PL

Tanpa filter PL

Dengan filter PL

Dengan filter PL

 

Saran 1: Orientasi potret bisa menambah kedalaman gambar, tetapi membuat pemandangan terlihat kurang luas

Saya menyusun gambar di bawah supaya air terjun dapat ditempatkan di bagian tengah, dengan air yang mengalir dari kiri atas ke kanan bawah. Memotret pada orientasi potret bagus untuk menambahkan kedalaman ke gambar. Namun demikian, ini juga memotong aliran air dan memberikan kesan seolah-olah gambar tersebut tidak lengkap—tidak ideal jika tujuan Anda adalah menyampaikan keluasan pemandangan.

Air terjun dalam orientasi potret

EOS 6D Mark II/ EF16-35mm f/2.8L III USM/ FL: 25mm/ Manual exposure (f/13, 1/2 det.)/ ISO 100/ WB: Manual

 

Saran 2: Pilih pengaturan WB yang tepat untuk pemandangan

Jika membidik dengan white balance ditetapkan ke ‘Daylight’, dedaunan tidak terlihat hijau, dan warna bebatuan serta tanah dalam gambar menjadi lebih menonjol. Warna putih air terjun, juga tidak menonjol.

Air terjun dengan White Balance: Daylight

EOS 6D Mark II/ EF16-35mm f/2.8L III USM/ FL: 26mm/ Manual exposure (f/13, 1/2 det.)/ ISO 100/ WB: Manual

 

Teknik 2: Gunakan ‘Fine Detail’ untuk menangkap detail yang dielaborasi dalam pemandangan

Dengan

EOS 6D Mark II/ EF16-35mm f/4L IS USM/ FL: 35mm/ Manual exposure (f/11, 5 det.)/ ISO 200/ WB: Daylight

Dalam pemandangan yang terdapat himpunan benda kecil dengan banyak detail, seperti dedaunan dan pepohonan, menetapkan Picture Style ke "Fine Detail" memungkinkan Anda untuk secara akurat menggambarkan hingga ke pernak-perniknya*. Ketajaman yang menegaskan bagian tepi disempurnakan, memperbaiki tekstur pernak-perniknya. Saat membidik, lakukan lebih hati-hati untuk meminimalisasikan goyangan kamera. Untuk pemandangan ini, saya menyempitkan aperture ke F/11 dan menetapkan titik fokus agak di depan bagian tengah supaya gambar akan tampak tajam secara keseluruhan.

*Catatan: Picture Style ini tersedia pada model kamera tertentu, seperti EOS 6D Mark II, EOS 5DS/5DS R, EOS 5D Mark IV, EOS-1D X Mark II, EOS M5, dan EOS M6.

 

Saran: Gunakan "Fine Detail" untuk menambah kemampuan ekspresif detail pernak-perniknya

"Fine Detail" menajamkan sejauh kontur rincian area untuk mengekspresikan secara tepat detailnya dalam pemandangan. Konturnya dipertegas, khususnya untuk benda-benda halus, seperti dedaunan yang ditangkap dari pemandangan jauh, sehingga membuat detailnya tampak tajam, dan efeknya mudah dilihat. Dalam "Neutral", gambar diburamkan secara keseluruhan dengan garis luar bentuk elemen yang serba halus, saling berbaur, jika dibandingkan dengan "Fine Detail".

Close up: Picture Style Fine Detail

Fine Detail

Close up: Picture Style Neutral

Neutral

 

Saran bonus: Gunakan shutter speed lambat untuk melemahkan penggambaran kabut

Kabut dalam foto lanskap

EOS 6D Mark II/ EF16-35mm f/2.8L III USM/ FL: 35mm/ Manual exposure (f/11, 5,0 det.)/ ISO 200/ WB: Manual

Hutan diselimuti kabut tebal Apabila memotret dengan kecepatan rana tinggi, pepohonan di latar belakang tersembunyi di balik kabut. Namun demikian, pada kecepatan rana lambat, kabut menipis, sehingga membuat pepohonan terlihat.

 

Foto kabut (kecepatan rana 5 detik)

5 det.

Foto kabut (kecepatan rana 1/10 detik)

1/10 det.

 

Kami telah memperkenalkan 2 Picture Style dan cara Anda dapat menala halus serta menyempurnakannya dengan pengaturan lain untuk menghasilkan efek tertentu. Picture Style lainnya bisa dikustomisasi agar sesuai dengan tujuan Anda. (Untuk informasi selengkapnya, bacalah: 3 Langkah untuk Menciptakan Foto Khusus Dengan Picture Style) Kuasai Picture Style, dan fungsi ini bisa dijadikan alat bantu yang bagus bagi Anda untuk mengekspresikan kreativitas fotografis Anda.

Baca juga artikel berikut ini mengenai EOS 6D Mark II:
EOS 6D Mark II: Apa yang Harus Anda Ketahui Tentang Dual Pixel CMOS AF dan Live View AF
Ulasan Kesan Pertama EOS 6D Mark II: Fotografi Lanskap

Anda mungkin juga tertarik untuk membaca:
Memotret Lanskap dengan EOS 5D Mark IV: 2 Pendekatan Berbeda
Membuat Keputusan dalam Fotografi Lanskap: Pagi atau Larut Senja?
EF16-35mm f/4L IS USM: Fotografi Lanskap yang Mencengangkan, Bahkan Dengan Pemotretan Genggam

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

 

Related Reads

In Focus: EOS 5DS, 5DS R
Lensa FAQ #5: Apa saja Pro dan Kontra ND Filter?
Kamera FAQ #11: Pengaturan WB manakah yang harus saya gunakan, Auto atau Daylight?

Author

Digital Camera Magazine

A monthly magazine that believes that enjoyment of photography will increase the more one learns about camera functions. It delivers news on the latest cameras and features and regularly introduces various photography techniques.Published by Impress Corporation

Jiro Tateno

Born in Tokyo in 1975. From around 1990, he came into contact with nature through fly fishing, and took up photography. From 1999, he travelled around the country taking photos with the theme of "Natu

Join the conversation

0 komentar