Ulasan Awal EOS 6D Mark II (dengan Contoh Gambar)

Beginner

Fotografi full-frame lebih terjangkau bagi sebagian besar pengguna EOS 6D yang dirilis bulan November, 2012 sekaligus menghasilkan pengikut setia. Sekarang, setelah berselang empat tahun, EOS 6D Mark II diperbarui secara besar-besaran. Memang, seberapa dahsyat penerus kamera ini? Mari kita mencermatinya terlebih dulu, menggunakan bidikan foto lanskap dan jalanan yang dihasilkan oleh dua fotografer profesional. (Foto oleh Ryo Ohwada, Jiro Tateno; Dilaporkan oleh: Ryo Ohwada)

& Digital Camera Magazine& Jiro Tateno& Ryo Ohwada

Diterbitkan pada 17 August 2017 Diperbarui pada 29 January 2026

Waktu baca

  • 0
  • 0
  • 0

Fotografi full-frame lebih terjangkau bagi sebagian besar pengguna EOS 6D yang dirilis bulan November, 2012 sekaligus menghasilkan pengikut setia. Sekarang, setelah berselang empat tahun, EOS 6D Mark II diperbarui secara besar-besaran. Memang, seberapa dahsyat penerus kamera ini? Mari kita mencermatinya terlebih dulu, menggunakan bidikan foto lanskap dan jalanan yang dihasilkan oleh dua fotografer profesional. (Foto oleh Ryo Ohwada, Jiro Tateno; Dilaporkan oleh: Ryo Ohwada)

EOS 6D Mark II

 

Jumlah piksel lebih tinggi, 26,2 megapiksel

Kemungkinan ada lebih dari segelintir pengguna yang sangat menanti-nanti ("Akhirnya!") pengumuman Canon tentang EOS 6D Mark II. Lagi pula, EOS 6D sudah populer sebagai kamera DSLR full-frame level pemula yang terjangkau, sejak pertama dirilis pada penghujung tahun 2012. Pertanyaan yang membara pada setiap orang yaitu, seperti apa gambar yang akan dihasilkan oleh sang penerus EOS 6D Mark II?

Pertama-tama, pada 26,2 megapiksel, EOS 6D Mark II layak membanggakan peningkatan jumlah piksel dari pendahulunya. Mesin prosesor gambar sudah ditingkatkan ke DIGIC 7, yang termutakhir dari Canon. Tidak hanya itu, kisaran kecepatan ISO native, sekarang bisa berjalan hingga setinggi ISO 40000. Malahan, banyak yang akan berpendapat bahwa bidikan gambar pada ISO 40000 oleh EOS 6D Mark II, cukup sempurna untuk penggunaannya, walaupun itu juga bergantung pada tujuan penggunaannya.

Fotografi Malam, dibidik dengan EOS 6D Mark II:

EOS 6D Mark II/ EF24-105mm f/4L IS II USM/ FL: 46mm/ Aperture-priority AE (f/11, 25 det., EV+0,7)/ ISO 100/ WB: Auto
Foto oleh Ryo Ohwada
Dalam gambar ini, yang dibidik pada malam hari, Anda bisa melihat, bagaimana transisi dari area yang teduh ke area yang terang, serta variasi tonal yang tidak kentara. Semua ini direproduksi secara detail. Latar depan ditonjolkan dengan baik dari latar belakang, memberikan kesan kedalaman dan dimensinya pada gambar.


Artikel terkait: Fotografi Arsitektural #4: Memotret Bangunan di Malam Hari

 

Sangat unggul dalam performa AF

Performa AF dalam fotografi still (diam), juga sudah ditingkatkan secara signifikan. Jumlah titik AF sudah ditingkatkan hingga 45, dari 11 titik pada EOS 6D, dan kemampuan AF pendeteksian warna pun sudah lebih baik pada kamera ini, khususnya untuk bidikan di luar ruangan. Intelligent Viewfinder II memungkinkan pengguna untuk melihat titik AF dan electronic level (timbangan datar elektronik), di antara pengaturan lainnya, bahkan saat pengguna menyusun bidikannya. Sistem AF yang aktif selama pemotretan Live View adalah Dual Pixel CMOS AF, yang memungkinkan fokus yang sangat akurat berkecepatan tinggi melalui AF pendeteksian perbedaan fase bidang gambar.

Fotografi lanskap, dibidik dengan EOS 6D Mark II

EOS 6D Mark II/ EF100mm f/2.8L Macro IS USM/ FL: 100mm/ Shutter-priority AE (f/2.8, 1/4.000 det., EV-0,7)/ ISO 8000/ WB: Auto
Foto oleh Ryo Ohwada
Bidikan ini menggunakan kecepatan rana 1/4.000 detik, yang tercepat dan tersedia pada kamera, untuk menangkap butiran air hujan yang turun menerpa dedaunan. Bentuk dan wujudnya, yang tidak bisa dilihat secara kasat mata, digambarkan dengan detail yang tepat.

 

Monitor LCD vari-angle untuk bidikan yang fleksibel dari berbagai sudut

Namun, peningkatan lainnya yaitu, penggunaan monitor LCD Vari-angle yang diaktifkan melalui sentuhan untuk monitor belakang. Dengan tersedianya monitor ini, pengguna bisa lebih fleksibel dalam menyusun bidikan, bahkan dari sudut yang tidak lazim dan canggung, atau tidak mungkin bisa dicapai.

Kecepatan pemotretan beruntun juga lebih pesat secara signifikan, hingga 6,5 fps dibandingkan 4,5 fps pada kamera pendahulunya.

EOS 6D Mark II (monitor Vari-angle)

Sebagian fitur yang sudah lebih baik pada EOS 6D Mark II menjadi tandingan model yang lebih canggih. Contoh fitur tersebut yaitu, monitor LCD panel sentuh Vari-angle, dan bodinya yang ringan, dan kedua fitur ini memberikan kebebasan pergerakan yang lebih leluasa dan serbaguna. Memang, kamera full-frame yang terjangkau ini, tampaknya tepat untuk menjadi favorit berikutnya untuk waktu yang lama.

 

 

Sepasang lensa EOS 6D Mark II yang perlu dicoba

Inilah dua lensa yang sangat bagus untuk disandingkan dengan EOS 6D Mark II.

 

EF24-70mm f/4L IS USM 
EF24-70mm f/4L IS USM yang ringan namun dahsyat, sempurna untuk kamera saku yang ringan, khususnya untuk fotografi jalanan. Meliput sudut pandang lebar hingga pertengahan telefoto, cocok untuk menangkap hampir segala subjek, sehingga lensa ini bisa dibilang lensa multiguna. Dengan mode makro, Anda dapat memotret serangga dan benda mungil lain apa pun yang Anda jumpai sewaktu membidik.

EF24-70mm f/4L IS USM

Fotografi lanskap (lautan), dibidik dengan EOS 6D Mark II

EOS 6D Mark II/ EF24-70mm f/4L IS USM/ FL: 39mm/ Manual exposure (f/11, 1/80 det.)/ ISO 320/ WB: Daylight
Foto oleh Jiro Tateno
Gambar ini dibidik pada siang hari, saat posisi matahari di langit menyebabkan kontras kecerahan yang kuat. Namun demikian, kisaran dinamis lebar kamera menjamin bahwa, tidak ada blowout atau black crush di lautan yang berkilauan, atau bayangan dedaunan pinus.

 

EF35mm f/1.4L II USM
Dengan resolving power (daya pisah:resolusi) yang tinggi dan aperture yang cerah, lensa prima ini akan meningkatkan keserbagunaan pemotretan Anda. Yang Anda perlukan hanya ini, dan lensa zoom standar dengan kemampuan IS di antara peralatan Anda, dan seyogianya, Anda dapat menangani hampir segala subjek.

Ulasan Foto – EF35mm f/1.4L II USM

EF35mm f/1.4L II USM

Fotografi lanskap (hutan), dibidik dengan EOS 6D Mark II

EOS 6D Mark II/ EF35mm f/1.4L II USM/ FL: 35mm/ Aperture-priority AE (f/8, 25 det., EV+0,7)/ ISO 800/ WB: Auto
Foto oleh Ryo Ohwada
Perhatikan transisi tone yang natural, dari sorotan cahaya akibat intensitas cahaya, ke area yang hampir sebagian besar terang. Warnanya pekat serta kental, dan dedaunan hijau digambarkan secara jelas.

 

Nantikan artikel lainnya mengenai EOS 6D Mark II pada minggu-minggu mendatang!


Anda mungkin tertarik untuk membaca:
Wawancara dengan Pengembang EOS 6D: Bagian 1, Bagian 2

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

 

Related Reads

EOS 6D Mark II Baru dari Canon: DSLR Full-Frame EOS Pertama dengan Monitor Vari-angle

Author

Digital Camera Magazine

A monthly magazine that believes that enjoyment of photography will increase the more one learns about camera functions. It delivers news on the latest cameras and features and regularly introduces various photography techniques.Published by Impress Corporation

Jiro Tateno

Born in Tokyo in 1975. From around 1990, he came into contact with nature through fly fishing, and took up photography. From 1999, he travelled around the country taking photos with the theme of "Natu

Ryo Ohwada

Born in Miyagi Prefecture in 1978, Ryo Ohwada graduated from the Tokyo Polytechnic University’s Graduate School of Arts. In 2005, his works were selected to be featured in the “reGeneration.50 Photogr

Join the conversation

0 komentar