
EOS 5D Mark III/ EF85mm f/1.8 USM/ Aperture-priority AE (f/1.8, 1/8.000 det.)/ ISO 100/ WB: Auto
Visi di balik bidikan
Ketika saya membuat konsep ini, saya ingin membuat gambar yang tidak akan berbenturan dengan dekorasi interior apabila digantung di dinding. Idealnya, gambar itu akan seperti jendela — jenis gambar yang membuat Anda menatap keluar.
Mencapai hasil yang diinginkan, membutuhkan komposisi minimalis dengan banyak ruang putih. Namun demikian, gambar semacam itu mudah berakhir dengan menampilkan kekosongan dan kekurangan. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk menyatukan sejumlah warna cemerlang agar dapat memoles kesederhanaan dalam komposisi.
Langkah 1: Menyatukan banyak langit biru ke dalam komposisi
Ruang putih tidak harus berwarna putih, tetapi apa pun yang Anda isikan, akan memancarkan suasana hati dari bidikan tersebut.
Sebaiknya untuk lebih spesifik tentang warna apa yang terdiri atas ruang putih, terutama jika itu menempati area terbesar dalam bingkai. Warna menetapkan kesan yang disampaikan oleh gambar Anda.
Untuk bidikan ini, saya menggunakan langit. Memasukkan banyak langit adalah salah satu cara termudah untuk menciptakan ruang putih. Saya memastikan bahwa saya memotretnya pada hari yang cerah, dengan matahari bersinar di belakang saya. Jika ada awan halus seperti musim panas, saya akan menyertakannya juga. Karena menempati begitu banyak ruang, langit abu-abu dan berawan akan terlihat tidak serasi.

Langit biru musim panas mengambil sekitar dua pertiga dari bingkai, menciptakan ruang putih yang terlihat pada tempatnya.
Baca juga:
Fotografi Lanskap Minimalis dengan Bentangan Langit
Langkah 2: Tambahkan aksen dalam warna pelengkap
Palet monokromatik tidak berfungsi untuk setiap adegan
Katanya, lain warna, lain pula efek psikologisnya. Biru, menimbulkan ketenangan, karena itulah warna ini merupakan warna favorit saya. Banyak bidikan saya mengandung langit atau laut biru!
Mengisi hampir seluruh bingkai hanya dengan satu warna pun tidak masalah—gambar monokromatik memiliki daya tariknya sendiri. Namun demikian, tergantung pada subjek dan komposisinya, bidikan seperti itu pada akhirnya hanya menghasilkan gambar yang terlihat kusam dan membosankan. Untuk membuat gambar lebih menarik, sertakan semburat warna sebagai aksen.

Gambar tanpa warna kontras bisa terlihat kusam.
Dalam bidikan utama, saya menyertakan gawang bola basket dan bola basketnya, yang bernuansa oranye—warna yang melengkapi langit biru. Kedua objek ini juga menambah ritme pada gambarnya.
Saran: Pahami roda warna

Roda warna adalah bagan yang mewakili hubungan antar warna. Warna yang saling berlawanan pada roda disebut “warna komplementer”. Apabila warna yang berlawanan ini muncul bersama, kedua warna tersebut akan saling menonjolkan warna lawannya.
Pelajari tentang bagaimana Anda dapat menggunakan warna pelengkap untuk menarik perhatian ke subjek dalam artikel berikut:
Bagaimana Menggunakan Aksen Warna untuk Menarik Perhatian ke Subjek?
Saya menggunakan hubungan komplementer antara biru dan oranye dalam bidikan ini untuk menciptakan gambar minimalis yang seimbang. Bagaimana Anda akan melakukan hal yang sama dengan warna komplementer lainnya? Mungkin Anda bisa mencoba sesuatu menggunakan warna hijau dan merah!
Ketahui selengkapnya mengenai jenis hubungan warna dalam artikel berikut:
Memahami Teori-Teori Warna: Panduan Mudah Untuk Fotografer
Untuk saran lainnya tentang cara membuat gambar pemandangan biasa, menceritakan suatu kisah, baca:
Cara Menangkap Gambar Memesona dari Benda Biasa
Komposisi Bingkai Siluet: Cara Menyoroti Cahaya Biasa, bayangan, kontras, kedalaman, dan bingkai
Saran Cepat Fotografi Jalanan: Framing atau pembingkaian untuk Mengungkapkan Emosi Subjek
Join the conversation