Fotografi Makro: Menciptakan Latar Belakang Ombre yang Elegan dengan Lensa f/2.8

Beginner

Dengan menggunakan aperture maksimum lensa makro, kita dapat menangkap dunia yang tidak bisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Dalam artikel berikut ini, saya akan memperkenalkan sejumlah saran fotografi untuk memburamkan latar belakang dengan gradasi warna ombre (nada warna yang saling membayangi) indah, yang akan membantu menonjolkan tetesan hujan. (Dilaporkan oleh: Shirou Hagihara)

& Shirou Hagihara& Digital Camera Magazine

Diterbitkan pada 13 October 2016 Diperbarui pada 29 January 2026

Waktu baca

  • 0
  • 0
  • 0

Dengan menggunakan aperture maksimum lensa makro, kita dapat menangkap dunia yang tidak bisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Dalam artikel berikut ini, saya akan memperkenalkan sejumlah saran fotografi untuk memburamkan latar belakang dengan gradasi warna ombre (nada warna yang saling membayangi) indah, yang akan membantu menonjolkan tetesan hujan. (Dilaporkan oleh: Shirou Hagihara)

EOS 5D Mark III/ EF100mm f/2.8L Macro IS USM/ FL: 100mm/ Aperture-priority AE (f/2,8, 1/250 det., EV+0.7)/ ISO 800/ WB: Auto
Saya menetapkan pencahayaan agak ke sisi yang lebih cerah supaya memastikan bahwa warna merah muda di latar belakang tidak akan menjadi terlalu hambar. Bidikan yang dihasilkan menonjolkan warna berkilauan sekaligus menyampaikan keindahan di awal musim panas.

 

Lensa makro dan aperture maksimum dapat menangkap dunia yang tidak bisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari

Secara pribadi, saya senang menciptakan efek bokeh dalam karya saya, jadi, saya cenderung menetapkan aperture ke maksimum, bahkan ketika saya sedang memotret lanskap. Apabila menggunakan lensa makro, saya akan menggunakan aperture maksimum, hampir sepanjang waktu. Hal ini karena saya senang menangkap latar depan dan latar belakang yang buram, sekadar sebagai gradasi warna ketika memotret dalam kisaran makro.

Efek semacam itu bukanlah sesuatu yang bisa Anda lihat secara kasat mata. Memang, kemampuan inilah yang dapat menangkap dunia yang tidak bisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, yang membuat kombinasi lensa makro dan aperture maksimum adalah mutlak diperlukan bagi saya dalam pemotretan saya.

Bagaimana saya menangkap pemandangan: 
Untuk menangkap bidikan di atas, saya segera menghampiri hamparan bunga setelah hujan reda. Saya menemukan banyak tetesan air hujan pada dedaunan yang menyempit. Di latar belakang tampak bunga azalea merah muda cerah sedang mekar penuh. Saya memutuskan untuk membuat tetesan air hujan sebagai subjek utama untuk menggambarkan dunia warna yang hanya lensa makro, yang mampu menonjolkannya.

Dengan menempati latar belakang hanya dengan mekaran bunga azalea, saya menetapkan aperture ke maksimum, supaya bentuk dan tekstur bunga tidak lagi dapat dikenali dan hanya tampak sebagai gradasi warna.

Jika saya menggunakan aperture yang sempit, saya akan mampu mereproduksi tekstur tetesan air hujan secara lebih jelas. Namun demikian, tujuan saya adalah mendapatkan efek ombre dan aperture sempit akan menghasilkan sebaliknya - batasan yang jelas antara nada warna yang berbeda-beda.

 

Saran: Warna latar belakang yang berbeda-beda memberikan efek visual yang berlainan

Apabila menyangkut soal menggunakan gradasi warna sebagai bentuk ekspresi fotografis, efek diciptakan oleh warna pilihan akan sangat memengaruhi pada karya yang dihasilkan. Nada sejuk dan nada hangat menciptakan efek yang sama sekali berlawanan, jadi saya merekomendasikan agar Anda memilih warna latar belakang yang secara akurat mencerminkan maksud yang ingin Anda sampaikan melalui subjek utama. Mari kita lihat bagaimana perubahan penampilan subjek utama dengan warna latar belakang yang sama.

EOS 5D Mark III/ EF100mm f/2.8L Macro IS USM/ f/2.8/ 1/500 det./ ISO 400
Di sini, saya menggunakan warna merah muda yang terpantulkan pada tetesan air sebagai aksen pada warna hijau yang menempati seluruh gambar. Bandingkan dengan gambar yang pertama, bidikan ini tidak terlihat berwarna-warni seperti gambar pertama.

 

EOS 5D Mark III/ EF100mm f/2.8L Macro IS USM/ f/2.8/ 1/320det/ ISO 800
Gambar dibagi menjadi bagian hijau dan merah muda. Warna merah muda tampak menonjol apabila warna hijau digunakan sebagai latar belakang.

 

Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

 

Related Reads

Mengambil foto Pastry Lezat yang Menggiurkan Dengan Teknik Kontrol Cahaya
Macro Photography at Gardens by the Bay
Menangkap Momen dengan Lensa Makro Saat Serat Halus Melayang

Author

Shirou Hagihara

Born in 1959 in Yamanashi. After graduating from Nihon University, Hagihara was involved in the launch of the photography magazine Fukei Shashin where he worked as an editor and a publisher. He later

Digital Camera Magazine

A monthly magazine that believes that enjoyment of photography will increase the more one learns about camera functions. It delivers news on the latest cameras and features and regularly introduces various photography techniques.Published by Impress Corporation

Join the conversation

0 komentar