Cara Memotret Tetesan Air yang Berkilauan!

Beginner

Hari hujan biasanya menimbulkan masalah untuk fotografi. Namun demikian, jika Anda bersedia mengubah perspektif Anda sedikit saja, Anda bisa mengambil gambar yang hanya mungkin dilakukan saat hujan. (Dilaporkan oleh: Yoriko Yamagishi)

& Digital Camera Magazine& Yoriko Yamagishi

Diterbitkan pada 13 July 2017 Diperbarui pada 29 January 2026

Waktu baca

  • 0
  • 0
  • 0

Hari hujan biasanya menimbulkan masalah untuk fotografi. Namun demikian, jika Anda bersedia mengubah perspektif Anda sedikit saja, Anda bisa mengambil gambar yang hanya mungkin dilakukan saat hujan. (Dilaporkan oleh: Yoriko Yamagishi)

Tetesan air, dibidik dengan EOS 6D

EOS 6D / EF100mm f/2.8L Macro IS USM/ FL: 100mm/ Aperture-priority AE (f/2.8, 1/180 det., EV+1,7)/ ISO 200/ WB: Cahaya lampu pijar putih (B9)
Di tengah-tengah hujan turun, gunakan flash (lampu kilat) untuk menyinari tetesan hujan pada sarang laba-laba agar membuatnya bersinar cerah seperti batu permata.

Baca: Menggunakan Flash dalam Fotografi Makro

 

Sinkronkan lampu kilat secara diagonal dari belakang

Untuk menangkap tetesan air yang berkilauan, bidik dari sisi sarang laba-laba, dan fokuskan pada tetesan air di bagian belakang. Dengan menggunakan aperture terlebar pada lensa makro Anda, Anda bisa menuntun mata pemirsa ke subjek utama (tetesan air) di bagian tengah foto dengan cara memburamkan tetesan air lainnya di bagian depan dan belakang subjek. Untuk menghasilkan penampilan yang berkilauan dan menyegarkan, gunakan kompensasi pencahayaan EV+1,7 dan pengaturan White Balance cahaya lampu pijar putih untuk meningkatkan rona biru. 

Selain itu, untuk membuat warna lingkaran bokeh lebih mendekati warna biru terang, saya menambahkan sebagian warna biru pada penggunaan fungsi White Balance Correction ([WB Shift/Bkt.] di menu pemotretan untuk memberi gambar nada biru lazuardi secara keseluruhan. Selain itu, lampu kilat diposisikan agak jauh dan diagonal dari subjek untuk mencegah pencahayaan menjadi terlalu benderang.

Untuk gagasan lainnya mengenai White Balance Correction, bacalah:
Bagaimana Menorehkan Warna dengan Fungsi White Balance Correction

 

Bidikan yang gagal: Tetesan air tidak akan berkilauan tanpa cahaya dari lampu kilat

Tetesan air (bidikan gagal)

EOS 6D / EF100mm f/2.8L Macro IS USM/ FL: 100mm/ Aperture-priority AE (f/2.8, 1/180 det., EV+1,7)/ ISO 200/ WB: Lampu cahaya putih (B9)
Karena biasanya tidak banyak cahaya sewaktu hari hujan, maka, tanpa memancarkan cahaya dari unit lampu kilat, kecerahan tetesan air terbaik yang dihasilkan, hanya sedang-sedang saja.

Berikut ini sejumlah gagasan dan tutorial lainnya tentang memotret tetesan air:
Teknik Lensa Makro: Secara Cemerlang Menangkap Kilauan dalam Tetesan Air
Teknik Pemotretan EOS M5: Fotografi Makro

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Related Reads

[Bagian 5] Menggunakan Flash dalam Fotografi Makro
Dasar-Dasar Kamera #6: White Balance
Teknik Lensa Makro - Dapatkan Gambar Kue Tart & Pastri yang Segar, Membangkitkan Selera

Author

Digital Camera Magazine

A monthly magazine that believes that enjoyment of photography will increase the more one learns about camera functions. It delivers news on the latest cameras and features and regularly introduces various photography techniques.Published by Impress Corporation

Yoriko Yamagishi

Born in Aichi Prefecture, Yamagishi became a professional photographer after developing an interest in photography during her stay in the U.S. in 1997. She specialises in portrait snaps and close-up n

Join the conversation

0 komentar