Cara Melakukan Bidikan yang Jitu: Waktu Cemerlang di Perjalanan

Beginner

Gambar suasana larut senja indah dengan rona keemasan, dibidik di jalan pedesaan. Pelajari tentang cara memutuskan komposisi dan pengaturan kamera yang membantu membuat bidikan berhasil.

& Digital Camera Magazine& Haruki

Diterbitkan pada 28 June 2018 Diperbarui pada 29 January 2026

Waktu baca

  • 0
  • 0
  • 0

Saat rona keemasan—rentang waktu keajaiban hadir, tepat sebelum matahari terbenam (atau setelah matahari terbit), di mana segalanya tampak berkilauan dalam cahaya nan lembut dan hangat. Tidak seperti yang disampaikan pada kebanyakan foto, Anda tidak perlu berkendara hingga ke pedesaan atau tepi laut untuk mendapatkan foto yang mengagumkan. Seorang fotografer berbagi cara menangkap bidikan ini sewaktu berada di perjalanan. (Dilaporkan oleh: Haruki)

Saat rona keemasan larut senja di perjalanan

EOS 5D Mark III/ EF70-300mm f/4-5.6L IS USM/ FL: 120mm/ Aperture-priority AE (f/11, 1/3.200 det., EV±0)/ ISO 400/ WB: Penggunaan lampu kilat

Saya kebetulan menemukan suasana senja di jalan saat akan kembali ke penginapan saya di Australia, pada suatu hari menjelang malam. Nada keemasan nan pekat di langit barat serta deretan mobil yang menuju pulang, semuanya menunjukkan akhir suatu hari. 

 

Langkah 1: Gunakan panjang fokus yang panjang untuk merapikan komposisi

Foto ini diambil dari kursi penumpang di bagian depan. Saya ingin menyusun bidikan dengan sejumlah elemen berikut:

- Jarak antara kendaraan yang saya tumpangi dan mobil yang berada di depan (subjek penting utama), dan
- Pemandangan di sekeliling (termasuk cahaya matahari dan lalu lintas)

Untuk membuat komposisi yang bagus, saya memilih panjang fokus telefoto yang moderat, 120mm. Hal ini akan menyertakan langit dan matahari yang cukup untuk memberikan bobot visual moderat, dan juga mencegah gambar agar tidak terlalu berantakan. Efek komposisi membuat jarak antara mobil dan langit terlihat sempurna.

 

Lensa yang digunakan: EF70-300mm f/4-5.6L IS USM

EF70-300mm f/4-5.6L IS USM

Apabila menempuh jarak perjalanan yang jauh, Anda hanya bisa membawa perlengkapan secukupnya. Untuk opsi lensa serbaguna, pilihlah lensa zoom. Lensa zoom telefoto ini memberikan efek close-up yang mengagumkan, hingga panjang fokus 300mm, yang memang sangat bagus untuk beragam luas pemandangan.

Anda mungkin tertarik untuk membaca:
Apa perbedaan antara Lensa telefoto 200mm dan 300mm?

 

Langkah 2: Gunakan kecepatan rana yang lebih pesat dan aperture yang sempit

Saat saya sedang memotret subjek bergerak (mobil di depan) ketika saya berada di kendaraan yang sedang bergerak, saya harus menggunakan kecepatan rana yang pesat untuk memastikan hasil gambar yang tajam. Saya juga ingin seluruh bidikan berada dalam fokus, hingga ke pohon palem di latar belakang.

Karena itu, saya menggunakan f/11 dalam mode Aperture-priority AE, yang memberi saya kecepatan rana 1/3.200 detik. Ini merupakan keseimbangan yang bagus antara depth-of-field dan kecepatan rana, menghasilkan bidikan tajam, dan goyangan kamera tidak kentara.

 

Ilustrasi di balik layar

Memotret dari kursi penumpang bagian depan
Jarak ke mobil di depan kira-kira 20m hingga 30m. Sambil duduk di kursi penumpang depan sebuah minivan, yang agak lebih tinggi dibandingkan mobil yang berada di depan kami, saya menyiapkan lensa telefoto dan menunggu waktu yang tepat untuk melepaskan rana.

 

Langkah 3: Gunakan 'Flash' (Lampu Kilat) WB untuk mengintensifkan nada rona keemasan

Yang paling menarik dari gambar ini yaitu matahari terbenam dengan warna keemasan yang menyelimuti segalanya dalam kilauan nan hangat. Untuk menyampaikan nada dramatis yang lebih baik daripada yang saya lihat di hadapan saya, saya memilih pengaturan ‘Flash use’ white balance, yang mengintensifkan nada kuning. Anda juga bisa menggunakan ‘Cloudy’ atau ‘Shade’, tetapi ‘Flash use’ (atau ‘Flash’ pada sebagian kamera) memberi efek terkuat.

 

Yang jangan digunakan: AWB

Bidikan yang gagal, menggunakan AWB

Pengaturan Auto White Balance (AWB) menetralkan nada hangat, menyebabkan gambar kurang berhasil menyampaikan keajaiban rentang waktu keemasan.

Untuk saran lainnya mengenai memotret pada saat larut senja, bacalah:
Menyampaikan suasana larut senja melalui cahaya dan bayangan
Membuat Keputusan dalam Fotografi Lanskap: Pagi atau Larut Senja?

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

 

Related Reads

Foto kenangan larut senja – Menyampaikan suasana larut senja melalui cahaya dan bayangan
Lensa FAQ #7: Apa perbedaan antara Lensa telefoto 200mm dan 300mm?
Dasar-Dasar Kamera #2: Kecepatan Rana

Author

Digital Camera Magazine

A monthly magazine that believes that enjoyment of photography will increase the more one learns about camera functions. It delivers news on the latest cameras and features and regularly introduces various photography techniques.Published by Impress Corporation

Haruki

Born in 1959 in Hiroshima, Haruki is a photographer and visual director. He graduated from the Faculty of Fine Arts, Kyushu Sangyo University, and is mainly engaged in activities related to portrait w

Join the conversation

0 komentar