Teknik komposisi: Menciptakan ilusi Bulan Tampak Lebih Besar

Beginner

Berikut ini kiat komposisi untuk menciptakan ilusi dan membuat bulan terlihat lebih besar daripada penampakan yang sesungguhnya.

& Digital Camera Magazine& Toshiki Nakanishi

Diterbitkan pada 11 August 2021 Diperbarui pada 29 January 2026

Waktu baca

  • 0
  • 0
  • 0

Pernahkah Anda mencoba menyatukan bulan ke dalam fotografi lanskap, tapi ternyata penampilannya tidak seperti yang diharapkan? Berikut ini ada beberapa kiat cepat tentang cara menyusun komposisi bidikan Anda supaya penampakan bulan lebih kuat. (Dilaporkan oleh: Toshiki Nakanishi, Digital Camera Magazine)

EOS 5D Mark IV/ EF100-400mm f/4.5-5.6L IS II USM/ FL: 380mm/ Aperture-priority AE (f/11, 1 det., EV -1,3)/ ISO 400/ WB: Daylight

 

Langkah 1: Gunakan panjang fokus super telephoto

Pilihan lensa Anda merupakan langkah pertama. Bulan akan selalu tampak mungil jika Anda membidik pada sudut lebar. Sebaliknya, efek pemampatan perspektif dari lensa super telephoto menghadirkan objek yang jauh menjadi lebih dekat dan membuatnya tampak lebih besar daripada yang dilihat secara kasat mata.

Untuk bidikan ini, yang diambil sebelum subuh, saat bulan masih terlihat, saya ingin menangkap bulan purnama bersama lereng bersalju di latar depan. Saya memilih untuk menggunakan lensa zoom super telephoto agar lebih fleksibel dengan pembingkaiannya. Pada jarak dekat 400mm, bulan tampak cukup besar untuk menarik perhatian, tetapi tidak mengalahkan lanskap di sekelilingnya.


Dibidik pada 280mm

Sang bulan tampak tidak besar pada 280mm.

 

Langkah 2:  Pilih lokasi dengan latar depan yang luas

Untuk membuat sang bulan terlihat semakin lebih mengesankan, pilih lokasi dengan latar depan luas, yang membentang hingga jauh ke belakang.  Bingkai gambar untuk menyatukan lebih banyak latar depan: lereng halus seperti dalam foto ini, memang bagus untuk tujuan ini! Latar depan yang besar memberikan ilusi kepada pemirsanya, bahwa pemandangan tersebut lebih dalam dan sang bulan semakin jauh. Ini berhasil dikerjakan, yaitu, bulan besar yang dibidik lensa super telephoto untuk menggugah naluri skala kita, membuat kita berpikir bahwa sang bulan lebih besar daripada penampakan yang sesungguhnya.


Saran Pencahayaan
- Untuk menangkap detail sang bulan berikut suasana senja yang remang-remang, saya persempit aperture ke f/11 dan mengurangi kompensasi pencahayaan ke EV -1,3.
- Hal ini akan menyebabkan kecepatan rana menjadi lambat. Jadi, tingkatkan kecepatan ISO dan gunakan tripod yang kokoh. Anda tentu tidak ingin membidik dengan kecepatan rana yang terlalu lambat, bukan saja karena goyangan kamera yang ditimbulkannya, tetapi juga karena pergerakan alami sang bulan!


Teknik dan gagasan lebih lanjut untuk memotret bulan atau dalam cahaya bulan, bacalah:
Tips Eksposur dan Perangkat untuk Fotografi Bulan
Satu Lokasi, Dua Rupa: Memotret Mercusuar saat Purnama v.s di Bawah Bintang Gemintang
Pola Hamparan Pasir dalam Sinar Bulan: Bagaimana Saya Membuat Penampilan Malam Bagaikan Siang Hari

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi.

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Related Reads

Lensa FAQ #7: Apa perbedaan antara Lensa telefoto 200mm dan 300mm?
Satu Lokasi, Dua Rupa: Memotret Mercusuar saat Purnama v.s di Bawah Bintang Gemintang
RF100-500mm f/4.5-7.1L IS USM & Dua RF Extender: Era Super Telephoto Baru

Author

Digital Camera Magazine

A monthly magazine that believes that enjoyment of photography will increase the more one learns about camera functions. It delivers news on the latest cameras and features and regularly introduces various photography techniques.Published by Impress Corporation

Toshiki Nakanishi

Born in 1971 in Osaka. After learning photography on his own, Nakanishi moved the base for his photography activities to the town of Biei located in Kamikawa-gun of Hokkaido. While capturing landscape

Join the conversation

0 komentar