f/11: Aperture Ideal untuk Penggambaran Lanskap Alam yang Tajam dengan Kedalaman

Advanced

Ketahui, mengapa para fotografer profesional merekomendasikan f/11 untuk menangkap lanskap nan megah secara detail.

& Teppei Kohno

Diterbitkan pada 18 November 2019 Diperbarui pada 29 January 2026

Waktu baca

  • 0
  • 0
  • 0

Apabila memotret lanskap alam yang megah, biasanya Anda pasti ingin memastikan, bahwa setidak-tidaknya detail yang halus ditangkap dengan baik dan kontras terang/bayangan digambarkan secara memadai. Para fotografer profesional kerap kali akan merekomendasikan pengaturan aperture f/11 untuk pemandangan semacam itu, karena akan menonjolkan subjek dengan cara yang tajam dan sangat dahsyat—khususnya efektif untuk lanskap alam yang membentang hingga jauh. (Dilaporkan oleh: Teppei Kohno)

Pegunungan

f/11/ 1/160 det./ ISO 400

 

Pemandangan yang menjangkau jauh ke latar belakang, memerlukan depth-of-field yang lebih besar

Kalau pemandangannya relatif datar, bahkan jika letaknya jauh dari Anda, Anda dapat mengambil gambar pemandangan ini secara tajam, bahkan jika Anda menggunakan wide aperture.

Namun demikian, jika pemandangannya berlapis-lapis dan latar belakangnya sangat jauh, misalnya, pemandangan di kaki gunung, atau jeram mengalir dengan pegunungan di latar belakang, aperture lebar menghasilkan depth-of-field yang terlalu dangkal. Akibatnya, sebagian pemandangan akan di luar fokus, yang bisa menyebabkan gambar Anda terlihat kurang tajam.

Untuk mendapatkan segalanya dalam fokus, Anda perlu menyempitkan aperture dan menggunakan teknik yang disebut "deep focus". Sebagian besar fotografer profesional akan merekomendasikan f/11 sebagai aturan umum. Hal ini seyogianya akan memastikan bahwa elemen dari bumi bagian tengah hingga ke latar belakang gambar akan tetap dalam fokus. 


f/11
Gunung di balik jeram

f/11/ 1/400 det./ ISO 400

Gambar tampak jernih dan dalam fokus, dari bebatuan di latar depan hingga ke puncak di latar belakang.

f/4
Jeram di depan pegunungan

f/4/ 1/4000 det./ ISO 400

Batu karang tampak buram apabila diperbesar (lihat di bawah). Bidikan tampaknya kurang sesuatu.


Closeup batu karang

f/4
Close-up batu karang pada jeram (lembut)

f/11
Close-up batu karang pada jeram (tajam)


Saran

- Dalam mode Aperture-priority AE, menggunakan pengaturan aperture sempit dalam kondisi rendah cahaya, dapat menyebabkan kecepatan rana melambat
Untuk mencegah goyangan kamera, tingkatkan kecepatan ISO sehingga kecepatan rana tidak melambat. Gunakan tripod kalau memungkinkan.

- Gunakan teknik komposisi yang membantu menonjolkan kedalaman
Untuk mendapatkan sebagian gagasan, baca artikel Komposisi Memancarkan Kesan Dimensi dan Kedalaman dan Saran untuk Menangkap Lanskap yang Mengesankan.

 

Teknik bonus: Gunakan WB "Daylight" untuk pemandangan larut senja

Menangkap warna-warni langit larut senja dengan white balance yang ditetapkan ke "Daylight". Hal ini menegaskan warna kekuningan matahari, sekaligus menciptakan polesan akhir yang dramatis pada gambar.

Untuk informasi selengkapnya mengenai cara menggunakan white balance, bacalah artikel berikut ini:
Dasar-Dasar White Balance untuk Menghasilkan Nada Warna Dambaan

WB "Auto"
Senja bernuansa biru
Pemolesan foto dengan menekan nada kuning. Nada biru tampak agak kuat.

WB "Daylight"
Senja dengan nada warna hangat
Langit dengan rona kemerahan tampak lebih hangat.

 

Anda juga dapat menyesuaikan parameter Picture Style untuk menonjolkan lebih banyak detail. Ketahui Selengkapnya dalam artikel:
Teknik Picture Style untuk Meningkatkan Fotografi Lanskap Anda

Bingung cara mengubah pengaturan aperture Anda? Klik di sini untuk petunjuk langkah-demi-langkah.


Untuk menerapkan deep focus dalam pemandangan, di mana tidak hanya latar belakang jauh yang Anda dapatkan, tetapi juga sesuatu yang dekat ke Anda dalam latar depan, lihat:
f/16: Menghasilkan Penggambaran Lanskap yang Tajam dari Latar Depan hingga ke Latar Belakang

 

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi.

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Related Reads

Teknik AE Aperture-Priority #1: Hubungan Antara Aperture Lensa dan Bokeh
Keajaiban f/2.2 dalam Fotografi Still-Life
f/2.8: Sangat Bagus untuk Menangkap Ekspresi Wajah

Author

Teppei Kohno

Born in Tokyo in 1976, Kohno graduated with a Social Work degree from the Department of Sociology of Meiji Gakuin University, and apprenticed with photographer Masato Terauchi. He contributed to the f

Join the conversation

0 komentar