Komposisi yang Memancarkan Indera Dimensi dan Kedalaman
Bagaimana cara kita menangkap dimensi yang kita lihat melalui mata kita di ruang persegi panjang
- 0
- 0
- 0
Bagaimana cara kita menangkap dimensi yang kita lihat melalui mata kita di ruang persegi panjang
Bagaimana cara kita menangkap dimensi yang kita lihat melalui mata kita di ruang persegi panjang kecil suatu foto? Bagaimana cara kita menghasilkan bidikan yang memancarkan indera kedalaman yang mengagumkan? Untuk melakukannya, ada beberapa elemen yang harus dipertimbangkan. Dalam artikel ini, mari kita cermati, apa elemen tersebut. (Ditulis oleh: Tatsuya Tanaka)

Foto adalah bentuk ekspresi pada bidang dua dimensi. Oleh karena itu, agar dapat menonjolkan dimensi atau kedalaman gambar, penting mencurahkan perhatian pada komposisi serta sudut ketika menangkap bidikan. Contohnya, objek tiga dimensi yang terbuat dari garis-garis lurus, seperti jembatan atau gedung, mungkin tampak seperti bidang dua dimensi apabila ditangkap dari depan. Namun demikian, jika Anda mengubah sudutnya sedikit, gambar akan terlihat tiga dimensi ketika objek di latar belakang menjadi terlihat. Demikian juga halnya, jika terdapat objek di latar depan dan latar belakang untuk perbandingan, perbedaan ukurannya menjadi terlihat, dan karenanya, menonjolkan indera jarak dan menghasilkan kesan mendalam pada gambar. Hal penting lainnya, adalah kecerahan warnanya. Bahkan, apabila Anda memiliki objek tunggal, perbedaan dalam kecerahan dari depan ke belakang, juga membantu menciptakan suatu dimensi. Ini diilustrasikan dalam foto daun pakis di bawah. Melalui cara penampilan subjek dan perbedaan warna itulah yang membantu menciptakan efek tiga dimensi dalam foto dua dimensi.
Teknik komposisi paling efektif yaitu komposisi diagonal, dan komposisi yang memandu perhatian pemirsanya. Anda juga dapat menonjolkan dimensi dengan cara menyandingkan beberapa komposisi ini dengan perubahan pada nilai aperture untuk memburamkan latar depan atau latar belakang secara signifikan.

EOS-1Ds Mark III/ EF16-35mm f/2.8L USM/ FL: 28mm/ Aperture-priority AE (0.8 det., f/11)/ ISO 160/ WB: Auto
Bidikan daun pakis ditangkap dari sudut rendah dengan menggunakan zoom wide-angle. Daun pakis utama tampak paling berantakan, sedangkan objek yang jaraknya lebih jauh tampil lebih kecil, yang menonjolkan dimensi serta kedalaman, membentuk komposisi yang memandu perhatian pemirsanya. Pada saat yang sama, memilih lokasi yang gelap di bagian tengah, akan menciptakan kontras pada kecerahan. Hal ini, dibarengi dengan silang yang diciptakan oleh komposisi diagonal dedaunan pakis, menghasilkan efek tiga dimensi, seolah-olah bagian tengah gambar menonjol keluar.




Saya menempatkan jembatan darat di sepanjang garis diagonal dalam komposisi, dan mengambil bidikan dari sudut rendah untuk membuat latar depan dan latar belakang terlihat sangat berbeda. Dengan komposisi diagonal, benda di latar depan tampil besar, sedangkan yang di latar belakang terlihat kecil, dan karenanya memancarkan indera dimensi serta kedalaman.


"Bokeh" mengacu ke suatu efek, di mana gambar tampak lebih buram saat Anda menjauh dari titik dalam fokus. Efek ini membantu memandu perhatian pemirsa ke titik dalam fokus, dengan menonfokuskan sekitarnya yang menciptakan indera dimensi.

Lahir tahun 1956, Tanaka adalah salah satu fotografer langka yang menghasilkan karya yang melintasi beragam genre secara luas, dari perspektif aslinya. Semua genre ini berkisar dari benda-benda dalam kehidupan kita sehari-hari, seperti serangga dan bunga, lanskap (landscape), bentangan langit (skyscape), dan benda-benda langit. Di samping fotografi, Tanaka juga mengembangkan pendekatannya sendiri dalam pasca proses, termasuk retouch dan pencetakan.

Join the conversation