Panduan tentang Penumpukan Fokus untuk Foto Lanskap yang Super Tajam

Beginner

Tidak dapat membuat latar depan dan latar belakang berada dalam fokus untuk foto lanskap Anda? Jangan khawatir! Berikut ini panduan tentang penumpukan fokus agar Anda bisa mendapatkan foto yang tajam!

& Edwin Martinez

Diterbitkan pada 1 September 2021 Diperbarui pada 10 December 2025

Waktu baca

  • 0
  • 0
  • 0


EOS R, EF16-35mm f/2.8L III USM, f/11, ISO 100, 1/100s, 16mm 

Anda pernah mengalami masalah dalam mengambil foto lanskap dan Anda tidak bisa membuat latar depan dan latar belakang ada dalam fokus? Mungkin kondisi pencahayaannya tidak ideal dan Anda harus mengambil gambar pada aperture terlebar , menciptakan kedalaman bidang yang sempit yang membatasi area fokus. Atau mungkin elemen latar depan terlalu dekat dengan Anda dan tampak tidak fokus.

Jika Anda pernah menghadapi masalah ini dan ingin mengatasinya, maka artikel ini untuk Anda!

Dalam fotografi digital, ada metode yang disebut penumpukan fokus. Penumpukan fokus memungkinkan Anda untuk memadukan beberapa gambar yang diambil dari sudut yang sama tetapi dengan titik fokus yang berbeda, dan menggabungkannya menjadi satu foto, menghasilkan gambar yang sangat tajam dari latar depan hingga latar belakang

Sekarang setelah Anda memiliki pemahaman yang lebih baik tentang apa itu gambar bertumpuk dan bagaimana penumpukan fokus menghasilkannya, mari kita lihat prosesnya.

 

Menumpuk fokus pada adegan yang tepat

EOS 5D Mark III, EF16-35mm f/2.8L II USM, f/16, ISO 100, 1/50s, 16mm 

Jika Anda sedang memotret dan ada elemen latar depan menarik yang dekat dengan Anda dan latar belakangnya berada jauh di belakang, Anda dapat mempertimbangkan untuk membuat gambar dengan fokus bertumpuk. Setelah Anda memutuskan bagaimana Anda ingin membingkai gambar, pasang kamera Anda pada tripod untuk hasil terbaik. Ini karena gambar bertumpuk memberikan hasil terbaik saat framingnya sama persis untuk semua bidikan.

 

Pengaturan kamera saat memotret

Setelah kamera Anda disetel dan Anda telah memilih komposisi terbaik untuk bidikan, pilih aperture optimal pada lensa Anda. Ini biasanya antara f/5.6 sampai f/11, tergantung pada lensa yang Anda gunakan. Namun, jika Anda dibatasi oleh kondisi pencahayaan, Anda mungkin perlu memotret pada aperture terlebar. Karena kedalaman bidang yang sempit, Anda mungkin perlu mengambil lebih banyak bidikan. 

Satu hal penting yang harus diingat adalah menjaga kecepatan rana, aperture, dan ISO Anda konstan selama pemotretan. Hal ini untuk mencegah perbedaan eksposur antar bidikan, yang dapat memengaruhi penggabungan gambar dalam pengolahan pasca pemotretan. 

Setel lensa Anda ke fokus manual, dan gunakan Focus Peaking pada LCD belakang untuk membantu Anda menentukan area mana yang menjadi fokus. Ambil bidikan pertama lalu sesuaikan fokus sedemikian rupa sehingga elemen berikutnya tajam sebelum mengambil bidikan berikutnya. Terus lakukan sampai subjek terjauh berada dalam fokus dan itu bisa menjadi bidikan terakhir Anda.

Di bawah ini adalah contoh bidikan di mana fokusnya berada pada area yang berbeda dalam foto. Dari kiri ke kanan: fokus ditandai dengan kotak merah untuk latar depan, latar tengah, dan latar belakang.

Tip: Ambil foto tanah atau tangan Anda sehingga Anda tahu di situlah rangkaian gambar berakhir. 

Untuk fotografer yang menggunakan sistem R, Anda juga dapat mengaktifkan Focus Bracketing. Saat fungsi ini diaktifkan, atur lensa Anda ke fokus otomatis. Kamera akan meningkatkan jarak fokusnya secara proporsional dengan jumlah bidikan yang telah Anda tetapkan. Ini akan menangkap subjek terdekat terlebih dahulu dan kemudian serangkaian foto pada jarak fokus yang berbeda dalam frame. Setelah semua foto diambil, Focus Bracketing akan mati secara otomatis. 

 

Menumpuk foto

Setelah Anda memuat gambar ke komputer Anda, Anda dapat menggunakan perangkat lunak pengeditan gambar seperti Canon Digital Photo Professional atau Adobe Photoshop untuk menumpuk dan memadukannya. 

Langkah 1: Di Adobe Photoshop, muat file ke dalam tumpukan



Tip: Pastikan untuk menyelaraskan gambar untuk penggabungan yang lebih halus!

 

Langkah 2: Fungsi Auto-Blend Layers

Karena setiap gambar akan muncul sebagai layer pada gambar, pilih semua layer gambar dan gunakan fungsi Auto-Blend Layers. Perangkat lunak akan menumpuk foto dan menutupi area yang tidak fokus di setiap gambar. 



 

Langkah 3: Tampilan akhir

Hasilnya adalah foto yang tajam dari latar depan hingga latar belakang. 


 

Berikut adalah beberapa contoh lain gambar dengan fokus bertumpuk:


EOS 5DS, EF16-35mm f/4L IS USM, f/11, ISO 100, 1/20s, 16mm 
 
EOS 5D Mark IV, EF24-70mm f/2.8L II USM, f/11, ISO 200, 1/30s, 31mm

Melihat hasil render pertama dari gambar bertumpuk di komputer Anda bisa sangat memuaskan. Namun seperti halnya teknik fotografi lainnya, membuat gambar dengan fokus bertumpuk yang bagus akan memerlukan latihan, jadi teruslah memotret dan bereksperimen dengan berbagai pengaturan untuk mencari tahu apa yang paling cocok untuk Anda!

Terima kasih kepada Edwin Martinez, yang menyumbangkan gambar-gambar indah yang digunakan dalam artikel ini.  

 

Untuk artikel serupa, silakan kunjungi:
2 Kiat Fotografi Lanskap yang Langsung Mengubah Penampilan Gambar di Tempat Pemotretan 
Mengapa EOS R5 menjadi Kamera Ideal Saya untuk Fotografi Lanskap 
3 Fitur Kamera untuk Memperbagus Bidikan Lanskap Menjadi Sempurna 

Related Reads

Menangkap Bidikan Lanskap yang Mengesankan
Daftar Wajib Bawa: 5 Kiat Fotografi Pemandangan
Daya Pikat Fotografi Udara: Menangkap Lanskap yang Tak Terduga di Bawah Kondisi yang Menantang

Author

Edwin Martinez

Travel and Nature Photographer When one speaks of travel and landscape photography at its apex, his name quickly comes to mind. Well known locally and gaining recognition abroad for his ethereal land

Join the conversation

0 komentar