Fotografi Ombak: Kecepatan Rana Manakah yang Digunakan untuk Menggambarkan Kedahsyatan dan Kekuatan?

Beginner

Pemandangan ombak yang surut di sepanjang pantai menampakkan kekuatannya. Untuk menggambarkan gerakan ombak secara akurat, kecepatan rana dan ketepatan waktu melepaskan rana, sangat penting. Berikut ini, saya akan menjelaskan sejumlah faktor yang dipertimbangkan oleh para fotografer profesional, yang memengaruhi keputusan mereka untuk membidik. (Dilaporkan oleh: Yoshiteru Takahashi)

& Digital Camera Magazine& Yoshiteru Takahashi

Diterbitkan pada 1 June 2017 Diperbarui pada 29 January 2026

Waktu baca

  • 0
  • 0
  • 0

Pemandangan ombak yang surut di sepanjang pantai menampakkan kekuatannya. Untuk menggambarkan gerakan ombak secara akurat, kecepatan rana dan ketepatan waktu melepaskan rana, sangat penting. Berikut ini, saya akan menjelaskan sejumlah faktor yang dipertimbangkan oleh para fotografer profesional, yang memengaruhi keputusan mereka untuk membidik. (Dilaporkan oleh: Yoshiteru Takahashi)

Ombak, dibidik dengan EOS 5D Mark III

EOS 5D Mark III/ EF24-105mm f/3.5-5.6 IS STM/ FL: 24mm/ Aperture-priority AE (f/16, 1/2 det., EV-0,7)/ ISO 50/ WB: Daylight

Langit kelabu dan ombak putih meninggalkan dampak yang begitu kuat bagi saya. Saya ingin menggambarkan kualitas kehalusan ombak yang sedang menyurut, sekaligus mempertahankan keseimbangan yang bagus antara langit dan ombak. Oleh karena itu, saya menambahkan kontras dengan menggunakan filter polarisasi.

 

Teknik 1: Bidik ombak yang sedang menyurut untuk menciptakan efek dinamika

Apabila menyangkut soal memotret ombak, saya secara pribadi lebih suka memotret ombak yang menyurut, karena saya melihat kelembutan namun juga kekuatan ombak yang meluncur melintasi kerikil di pantai, dan saat ombak yang menyurut bertabrakan dengan ombak yang datang. Setelah ombak pecah, saya terus mengamati waktu dan melepaskan rana pada momen saat ombak menyurut.

Ombak bergelombang, dibidik dengan EOS 5D Mark III

EOS 5D Mark III/ EF24-105mm f/3.5-5.6 IS STM/ FL: 24mm/ Aperture-priority AE (f/16, 1/2 det., EV-0,7)/ ISO 50/ WB: Daylight

Ombak bergelombang
Walaupun pergerakan ombak bergelombang terus berimbas, ini tidak memberikan efek yang halus lantaran gerakan ombak yang datar.

 

Teknik 2: Tetapkan kecepatan rana yang bisa menciptakan kontras kecerahan yang memadai antara langit dan permukaan air

Hal yang penting di sini yaitu, seindah apa Anda mampu menggambarkan gerakan ombak. Jika Anda menggunakan kecepatan rana yang pesat untuk membekukan gerakan ombak, ini akan mengurangi getaran dan kelincahan yang tercermin pada gambar—aspek yang idealnya ingin Anda kemukakan. Sebaliknya, jika menggunakan kecepatan rana yang sangat lambat, maka, hanya rona putih ombak yang menonjol. Saya memilih kecepatan rana berdasarkan pada keseimbangan kontras antara warna langit dan area permukaan laut yang gelap. Dalam hal ini, saya menetapkan rana ke 1/2 det.

 

Untuk mengetahui tentang gaya kontras memotret ombak, bacalah:
Fotografi Ombak: Menangkap Bidikan Bagaikan Sutera, Rana Lambat dengan Warna Serba Indah

 

Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

 

Related Reads

Fotografi Lanskap: Pemotretan Pemandangan Laut
Kamera FAQ #17: Panduan Langkah-demi-Langkah untuk Menangkap Percikan Ombak pada Pengaturan Fast Shutter Speed
Fotografi Ombak: Menangkap Bidikan Bagaikan Sutera, Rana Lambat dengan Warna Serba Indah

Author

Digital Camera Magazine

A monthly magazine that believes that enjoyment of photography will increase the more one learns about camera functions. It delivers news on the latest cameras and features and regularly introduces various photography techniques.Published by Impress Corporation

Yoshiteru Takahashi

Born in 1965 in Chiba prefecture, Yoshiteru Takahashi began photography when he became fascinated with red-crowned cranes on a trip to Kushiro Marsh (Hokkaido, Japan) when he was 16. After graduating

Join the conversation

0 komentar