Fotografi Air Terjun: Mengaksentuasi Foto Anda dengan Pelangi

Beginner

Alih-alih menyuguhkan gambar air terjun biasa, maukah mencoba menggunakan pelangi untuk menciptakan sesuatu yang berbeda? Berikut ini, kami akan memperkenalkan 3 teknik yang bisa Anda gunakan dalam pemandangan ini. (Dilaporkan oleh: Yuki Imaura)

& Digital Camera Magazine& Yuki Imaura

Diterbitkan pada 4 May 2017 Diperbarui pada 29 January 2026

Waktu baca

  • 0
  • 0
  • 0

Alih-alih menyuguhkan gambar air terjun biasa, saya ingin menciptakan sesuatu yang berbeda. Suatu hari, sewaktu mengunjungi air terjun antara musim dingin dan musim semi, saya menyadari bahwa saya bisa memanfaatkan pelangi yang muncul di depan air terjun untuk memotret perubahan musim. Di sini, saya akan berbagi 3 teknik yang bisa Anda gunakan dalam pemandangan tersebut. (Dilaporkan oleh: Yuki Imaura)

EOS 5D Mark II/ EF70-300mm f/4-5.6L IS USM/ FL: 170mm/ Aperture-priority AE (f/10, 30 det., EV-0,7)/ ISO 100/ WB: 4.750K

Saya ingin menangkap dua elemen kontras pada pemandangan ini: Pelangi yang muncul dibalut kehangatan sinar matahari nan lembut, pada bayangan yang mengingatkan udara dingin. Dengan memastikan bahwa keberadaan bayangan tidak terlalu ditekan secara berlebihan, saya memosisikan pelangi sedemikian rupa sehingga tidak mendominasi gambar.

 

Teknik 1: Gunakan sudut tinggi untuk membidik pelangi dan kolam air terjun bersama-sama

Menurut saya, batu yang berjatuhan pada kanan bawah gambar tampak unik. Karena ingin menangkap keduanya, bebatuan dan kolam air terjun dalam gambar, saya memanjat sedikit ke atas lereng agar mencapai posisi yang lebih tinggi, lalu menunggu sekitar 40 menit sampai pelangi masuk ke tampilan kamera.

EOS 5D Mark II/ EF24-105mm f/4L IS USM/ FL: 105mm/ Aperture-priority AE (f/11, 1,3 det., EV+1,0)/ ISO 50/ WB: Manual

Bingkai ini diambil ketika saya menemukan pelangi di layar saya. Karena pelangi berada pada posisi yang tampaknya tidak ideal, bagian atas tebing batu akhirnya menjadi latar belakang, menghasilkan gambar yang agak hambar.

 

Saran: Menangkap pelangi di tempat kemunculannya di air terjun, saat sinar matahari terpantulkan pada sudut kira-kira 41 derajat

Pelangi adalah suatu fenomena yang bisa dilihat apabila matahari bersinar dari balik viewer ke uap air atau hujan, dan dipantulkan pada air terjun pada kira-kira 41 derajat. Sambil mempertimbangkan sudut ini, dan menyesuaikan posisi pemotretan Anda, Anda akan dapat menangkap pelangi pada area yang dimaksudkan di layar Anda.

 

Teknik 2: Menggambarkan kontras cahaya dan kegelapan dengan menggunakan komposisi 50/50

Saat saya mengambil gambar ini, antara periode musim dingin dan semi, bongkahan es mulai mencair dan kehangatan musim semi menjelang, namun masih belum cukup hangat untuk memekarkan bunga sakura. Untuk menggambarkan periode ini, di antara dua musim dan terjadi perubahan yang tidak kentara, saya menggunakan komposisi 50/50 untuk menunjukkan kontras area teduh terhadap pelangi di matahari. Saya menetapkan white balance ke 4.750K untuk menghadirkan kesan dingin pada area teduh itu.

Saya mengatur komposisi, sisi kiri adalah gambar yang gelap, dan sisi kanan yang cerah.

 

Untuk gagasan lainnya mengenai fotografi air terjun, bacalah:
Memotret Air Terjun: Dibekukan atau Diburamkan?
Menangkap Aliran Dinamis Air Terjun Besar

 

Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

 

Related Reads

Capturing the Dynamic Flow of a Huge Waterfall
Menangkap Aliran Dinamis Air Terjun Besar
Memotret Air Terjun: Dibekukan atau Diburamkan?

Author

Digital Camera Magazine

A monthly magazine that believes that enjoyment of photography will increase the more one learns about camera functions. It delivers news on the latest cameras and features and regularly introduces various photography techniques.Published by Impress Corporation

Yuki Imaura

Born in 1986 in Saitama prefecture, Yuki Imaura is a landscape photographer. From editing magazines, he now works freelance, photographing various natural landscapes throughout Japan, and wildlife ani

Join the conversation

0 komentar