Saran Profesional untuk Memotret dengan Tripod

Beginner

Meskipun hal yang normal untuk menggunakan tripod dalam fotografi lanskap, namun para fotografer profesional tetap menemukan berbagai cara baru untuk menggunakan tripod demi mendapatkan bidikan yang bahkan semakin baik. Simak bersama saya, saat saya memperkenalkan dua contoh, betapa kreatifnya para fotografer menggunakan tripod. (Dilaporkan oleh: Takehito Miyatake, Hirokazu Nagane)

& Digital Camera Magazine& Takehito Miyatake& Hirokazu Nagane

Diterbitkan pada 25 May 2017 Diperbarui pada 29 January 2026

Waktu baca

  • 0
  • 0
  • 0

Meskipun hal yang normal untuk menggunakan tripod dalam fotografi lanskap, namun para fotografer profesional tetap menemukan berbagai cara baru untuk menggunakan tripod demi mendapatkan bidikan yang bahkan semakin baik. Simak bersama saya, saat saya memperkenalkan dua contoh, betapa kreatifnya para fotografer menggunakan tripod. (Dilaporkan oleh:  Takehito Miyatake, Hirokazu Nagane)

Bidikan panning EOS 5D Mark IV

 

Gagasan #1: Gunakan sudut rendah untuk mencakup dunia yang mungil dekat ke bumi

Di sejumlah hutan di Jepang, terdapat sekitar 10 spesies jamur yang bersinar dalam gelap, hampir seperti kunang-kunang di musim panas. Untuk membidik jamur ini di lokasi yang gelap, kamera harus dipasang pada tripod, dan pada sudut rendah.

Karena saya ingin menangkap sinar pada jamur-jamur ini yang tersembunyi di dalam hutan, saya menempatkan jamur yang tingginya kurang-lebih 3cm dalam bingkai, lalu mengarahkan sudut di mana kamera menghadap ke atas untuk melihatnya. Semua jamur ini, yang bermunculan dari berbagai tempat, seperti pepohonan yang layu, cenderung tumbuh dalam barisan. Oleh karenanya, untuk mengambil foto ini, saya menggunakan lensa tilt-shift (geser miring), sekaligus memfokuskan pada barisan jamur, menetapkan lensa dekat ke aperture maksimum untuk memburamkan pepohonan di latar belakang.

Bidikan gambar pada sudut rendah dengan EOS 5D Mark III

EOS 5D Mark III/ TS-E24mm f/3.5L II/ FL: 24mm/ Manual exposure (f/4.5, 30 det., EV±0)/ ISO 1600/ WB: 4.000K
Foto oleh Takehito Miyatake

 

Teknik yang berguna: Gunakan tripod dan bokeh latar depan untuk menciptakan efek pandangan dari udara

Jika Anda bisa membalikkan kolom tengah tripod dan menggantung kamera di sana (kanan bawah; saya menggunakan Gitzo), Anda bisa membidik pada sudut ultra rendah, seperti ditunjukkan dalam contoh. Terlebih lagi, apabila Anda mengombinasikan tripod seri 5 dengan kolom tengah seri 3, dan kepala tripod, Anda bisa menciptakan penataan seperti yang ditunjukkan pada sisi kiri gambar, dengan kamera diproyeksikan pada jarak yang jauh dari tripod.

Tripod yang saya gunakan untuk memotret pada sudut rendah

 

Gagasan #2: Gunakan kepala tripod video dan lakukan pembidikan panning horizontal

Saya menggunakan tripod untuk bidikan panning horizontal, karena dengan cara begitu, saya tidak perlu mencemaskan tentang goyangan vertikal dan hal ini memperbaiki tingkat keberhasilan bidikan saya. Hal ini tidak menimbulkan masalah apabila memotret kereta api, karena Anda hanya perlu memfokuskan pada sinkronisasi gerakan panning dengan laju gerakan kereta api. Namun demikian, jika Anda menggunakan kepala tripod foto, mungkin ada sedikit resistansi ketika melakukan panning kamera, yang membuatnya sangat sulit untuk mempertahankan kecepatan panning yang konstan.

Jenis tripod yang digunakan, bergantung pada gaya pemotretan Anda serta jenis subjek yang Anda bidik. (Beginilah cara menemukan tripod yang tepat untuk fotografi Anda.(versi Bahasa Inggris)) Apabila melakukan panning secara horizontal, saya menggunakan kepala tripod video, yang memungkinkan Anda mengendalikan torsi panning. Favorit saya adalah Libec RH45D. Tripod ini memiliki stabilitas yang istimewa, bahkan untuk lensa super telefoto yang berat, seperti EF500mm f/4L IS II USM, dan ternyata, ini dapat memperbaiki tingkat keberhasilan bidikan saya.

Bidikan panning EOS 5D Mark IV

EOS 5D Mark IV/ EF24-70mm f/2.8L II USM/ FL: 41mm/ Manual exposure (f/4, 1/8 det., EV±0)/ ISO 2500/ WB: Daylight
Foto oleh Hirokazu Nagane

 

Bidikan panning dengan kecepatan rana 1/8 det. pada bullet train (kereta peluru) yang melaju setelah matahari terbenam

Saya mengambil bidikan panning bullet train yang melintasi Chikusagawa, lokasi fotografi yang terkenal, pada jalur Sanyo Shinkansen, antara Aioi dan Okayama. Pemandangan diterangi oleh sinar redup saat langi menjadi semakin gelap pada waktu senja. Jadi, meskipun menggunakan aperture f/4 dan kecepatan rana 1/8 det., saya harus menggunakan kecepatan ISO 2500. Saya mengarahkan kamera pada bullet train yang melaju hampir 300km/jam di seberang sungai.

Mengambil bidikan panning bullet train

 

Teknik yang berguna: Gunakan kepala tripod video dan garis kisi-kisi dalam viewfinder untuk mendapatkan bidikan panning yang andal

Tetapkan torsi kepala tripod sehingga bisa mengimbangi laju gerakan bullet train. Kemudian, pegang kepala tripod dengan tangan kiri Anda, lalu membidik secara beruntun sekaligus menyinkronkannya dengan laju gerakan kereta api. Jangan lupa untuk menampilkan garis kisi-kisi dalam viewfinder, dan terus mengikutinya sampai ke depan kereta yang disejajarkan dengan garis vertikal pada salah satu sisinya, kanan atau kiri bingkai.

Menggunakan tripod dengan kepala tripod video

Saya memasang Libec RH45D pada tripod 4-tahap HUSKY untuk bidikan saya. Kepala tripod video ini memberikan stabilitas istimewa, bukan hanya untuk bidikan panning, tetapi juga untuk bidikan yang menggunakan lensa super telefoto yang berat. Tidak heran, kalau Anda menduga bahwa saya sangat suka menggunakannya, bahkan untuk memotret pesawat terbang dan burung liar.

 

Menggunakan tampilan kisi-kisi untuk memotret bullet train

Saya terus mengambil bidikan panning sambil menyejajarkan ujung depan kereta api dengan garis vertikal di sisi kanan tampilan kisi-kisi. Mengambil bidikan panning pada kecepatan rana yang pesat, misalnya 1/60 det., akan semakin memperbaiki tingkat keberhasilan Anda. Namun demikian, harap diingat bahwa, dengan melakukan itu, akan melemahkan kesan kecepatan dalam gambar akhir.

 

Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

 

Related Reads

Mitra Tepercaya untuk Pencahayaan: Tripod
Kamera FAQ #14 : Bagaimana mengambil bidikan panning?
Kamera FAQ #19: Cara Menangkap Bidikan Mengesankan pada Kereta Api yang Melaju dengan Pemotretan Beruntun

Author

Digital Camera Magazine

A monthly magazine that believes that enjoyment of photography will increase the more one learns about camera functions. It delivers news on the latest cameras and features and regularly introduces various photography techniques.Published by Impress Corporation

Takehito Miyatake

Born in 1966 in Osaka Prefecture, Miyatake joined a photographic equipment manufacturer as a studio photographer after graduating from the Department of Image Technology of the Tokyo Polytechnic Unive

Hirokazu Nagane

Born in Yokohama in 1974. After graduating from the Musashi Institute of Technology (Currently referred to as ‘Tokyo City University’), he studied under railway photographer Mitsuhide Mashima, who is

Join the conversation

0 komentar