Berbagai Gagasan untuk Memotret Kucing di Luar Ruangan

Beginner

Banyak orang yang suka melihat foto kucing. Dan sekarang setelah Anda memiliki kamera khusus, Anda pasti ingin mengambil foto kucing yang lebih bagus dari sebelumnya! Berikut beberapa gagasan yang bisa dicoba di luar ruangan, baik Anda memotret kucing liar yang jinak, kucing peliharaan Anda sendiri, atau mungkin kucing milik teman. 

Snapshot

Diterbitkan pada 6 March 2026 Diperbarui pada 18 March 2026

Waktu baca 5 minutes

  • 0
  • 0
  • 0

1. Pandangan mata kucing

EOS R8/ RF50mm f/1.8 STM/ FL: 50mm/ Manual exposure (f/1.8, 1/400 det.)/ ISO 640

Banyak orang yang secara naluriah langsung mengambil foto kucing dari posisi berdiri. Sudut pandang tinggi yang dihasilkan, di mana Anda melihat kucing dari atas, terasa lebih jauh. Kalau lain kali, Anda menyadari hal ini, turunlah sampai kamera sejajar dengan mata kucing. Anda akan berhadapan langsung dengan kucing: kedekatan pun tercipta!

Lensa dengan aperture besar seperti RF50mm f/1.8 STM atau RF45mm f/1.2 STM dengan mudah mengubah latar belakang yang ramai menjadi bokeh yang lembut, sehingga semua perhatian hanya tertuju pada kucing.

 

EOS R8/ RF50mm f/1.8 STM/ FL: 50mm/ Manual exposure (f/3.2, 1/800 det.)/ ISO 200

Level “pandangan mata kucing” juga memberikan perspektif terdepan untuk mengamati tingkah laku dan ekspresi kucing.

tip

Saran komunikasi

Jangan menatap mata kucing

Kontak mata yang terlalu lama dapat diartikan sebagai agresif. Kedipkan mata perlahan, atau amati kucing melalui layar LCD kamera Anda.

tip

Saran perlengkapan # 1

Lipat layar belakang Anda

Ini adalah salah satu fitur yang hampir semua kamera Canon memilikinya, tetapi tidak ada di smartphone: layar LCD yang dapat dilipat dan diputar. Ini membuat pengambilan gambar dari posisi rendah menjadi jauh lebih mudah!

2. Close-up sudut lebar

EOS R6 Mark II/ RF14-35mm f/4L IS USM FL: 22mm/ Manual exposure (f/4.5, 1/640 det,)/ ISO 500

Jika kucing merasa nyaman dengan kedekatan Anda, cobalah menggunakan sudut yang lebih lebar dan memotret dari jarak yang lebih dekat. Hal ini akan memungkinkan Anda mendapatkan potret yang lebih imersif, seperti yang terlihat di atas, di mana kucing tampak seolah-olah akan melompat ke arah Anda!

Memperbesar gambar saja tidak akan memberikan efek yang sama seperti mendekati subjek, karena latar belakang dan sudut pandang akan terlihat berbeda.

tip

Saran perlengkapan #2

Aktifkan fungsi silent shutter (rana senyap)

Fungsi rana senyap memungkinkan Anda mengambil foto dengan tenang sehingga tidak mengagetkan kucing yang sensitif terhadap suara.

3. Buat kucing tampak bersinar dengan efek cahaya pinggiran

EOS R6 Mark II/ RF15-35mm f/2.8L IS USM/ FL: 15mm/ Manual exposure (f/2.8, 1/800 det.)/ ISO 500

Pencahayaan depan, di mana matahari menyinari kucing dari belakang Anda, biasanya merupakan cara paling sederhana untuk mendapatkan foto yang terang. Tetapi, cahaya latar atau semi-latar pada bulu kucing menciptakan efek pencahayaan tepi, yang menggambarkan kontur kucing dengan cahaya dan membuatnya tampak bersinar.

Teknik pro: Menyikapi cahaya latar/semi-cahaya latar

Cahaya yang menyinari kucing dari belakang membuatnya terlihat lebih gelap. Ada dua cara untuk mengatasinya. Perhatikan situasi dan pilih yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

 

Solusi 1: Lakukan pencahayaan agar sang kucin tampak lebih cerah

R dalam mode 1.6x crop/ RF24mm f/1.8 Macro IS STM/ FL: Setara 38mm/Aperture Priority AE (f/4, 1/30 det., EV+0,7)/ ISO 100

- Caranya: Gunakan exposure compensation (kompensasi pencahayaan) atau menyesuaikan kecepatan ISO.
- Pro: Kucing tampak lebih cerah, langsung dibidik dari kamera
- Kontra: Detail latar belakang mungkin menjadi terlalu banyak cahaya (Tergantung pada pemandangannya)
- Catatan: Yang paling baik adalah pemandangan dengan kontras rendah, sehingga sebagian besar latar belakang tidak terlalu terang.

Berbagai fitur kamera yang berguna: Spot metering, exposure compensation (kompensasi pencahayaan), Highlight Tone Priority

 

Solusi 2: Bidik dalam format RAW, atur pencahayaan ke kanan, edit untuk memulihkan detail
 

Trước
Sau khi xử lý hậu kỳ

EOS R50 V/ RF-S55-210mm f/5-7.1 IS STM/ FL: 55mm (88mm equivalent)/ Aperture-priority AE (f/5, 1/640 sec, EV-0.7)/ ISO 1600

- Caranya: Aktifkan pemotretan RAW. Kurangi sedikit pencahayaan untuk menjaga detail yang disorot.
- Pro: Mempertahankan detail sorotan. Lebih dapat mengendalikan keseimbangan kecerahan.
- Kontra: Perlu mengedit gambar sebelum berbagi. Foto akan terlihat terlalu gelap di kamera. 
- Catatan: Fitur ini bekerja dengan sangat baik untuk pemandangan dengan latar belakang yang sangat terang. Gunakan histogram untuk memastikan sorotan tidak terlalu terang.

Berbagai fitur kamera yang berguna: Spot metering, exposure compensation (kompensasi pencahayaan), histogram

4. Cari latar belakang yang menciptakan gelembung bokeh yang berkilauan

EOS R8/ RF70-200mm f/2.8L IS USM/ FL: 135mm/ Manual exposure (f/2.8, 1/1000 det.)/ ISO 1000

Cahaya latar dapat menciptakan efek lain: latar belakang dengan gelembung bokeh yang berkilauan.

- Langkah 1: Cari latar belakang dengan sumber cahaya titik, seperti sinar matahari yang menembus daun atau lampu hias di malam hari. Saran: Untuk hasil yang lebih baik, sumber cahaya tersebut sebaiknya berada lebih jauh. Cahaya tidak akan cukup buram jika terlalu dekat dengan kucing.

- Langkah 2: Gunakan f-stop rendah (angka f yang lebih kecil). Semakin rendah f-stop, semakin besar bola bokehnya!

Baca juga:
4 Langkah Mudah untuk Menangkap Lingkaran Bokeh Elusif!

Untuk meningkatkan kualitas foto, ubah latar depan menjadi bokeh juga. Cari latar depan yang bisa Anda foto melintasinya, dan bidik dari jarak dekat. Seberapa dekat jaraknya tergantung pada jarak pemfosusan terdekat lensa Anda: apa pun yang lebih dekat dari itu akan menjadi buram!

Gagasan untuk latar depan:
- Rumput: Cahaya yang memantul dari rumput (terutama rumput basah) juga dapat menciptakan efek bokeh berbentuk gelembung!
- Bunga: Sangat bagus untuk menambahkan sentuhan warna yang mencolok

tip

Saran perlengkapan #3

Gunakan lensa telefoto cepat untuk hasil terbaik

Lensa telephoto yang secara alami memiliki depth of field yang dangkal, yang dapat Anda gunakan untuk dengan mudah memburamkan latar belakang dan latar depan. Gunakan lensa yang lebih cepat (dengan aperture maksimum yang lebih besar) seperti RF70-200mm f/2.8L IS USM untuk hasil yang lebih baik. Meskipun ada cara lain untuk memaksimalkan efek bokeh, cara termudah adalah menggunakan f-stop yang lebih rendah.

5. Sertakan detail lingkungan

Saran ini membutuhkan keterampilan pengamatan yang lebih baik. Alih-alih memburamkan lingkungan sekitar, coba upayakan, apakah Anda dapat menyusun komposisi foto sehingga lingkungan sekitar turut memperkaya gambar. Semua tergantung pada pemandangan—dan kreativitas Anda! Berikut adalah sebagian contohnya.

Garis panduan dan warna pelengkap

EOS R6 Mark II/ RF15-35mm f/2.8L IS USM/ FL: 15mm/ Manual exposure (f/4, 1/640 det.)/ ISO 800

Dalam contoh di atas, warna oranye pada bulu kucing menonjol dengan kontras yang kuat terhadap latar belakang biru: teori warna terwujud melalui warna yang saling melengkapi. Menyertakan pagar di kedua sisi menciptakan bingkai yang sekaligus menjaga perhatian kita pada kucing dan memberikan kesan kedalaman pada gambar, sementara tangga memberikan tekstur dan daya tarik visual.

 

Diagonal dan kontrol aperture

EOS R6 Mark II/ RF15-35mm f/2.8L IS USM/ FL: 16mm/ Manual exposure (f/5, 1/640 det.)/ ISO 800

Anda tahu seekor kucing akan memanjat ketika kucing membungkuk, meratakan punggungnya, dan menatap ke atas ke posisi “target”-nya! Cabang pohon sering membentuk garis diagonal—lihat bagaimana Anda dapat menggunakannya dalam komposisi Anda.  Foto ini “sempurna” karena tubuh kucing juga membentuk garis diagonal.

Bunga dan dedaunan sangat bagus untuk menambahkan warna pada bingkai. Pertimbangkan seberapa banyak detail latar belakang yang ingin Anda pertahankan dan sesuaikan aperture lensa sesuai kebutuhan. Di sini, fotografer menggunakan f/5. Ini membuat bunga-bunga sedikit buram sehingga kucing menonjol, sambil tetap mempertahankan bentuk bunga dan pusatnya yang berwarna pink gelap.

Bonus: Dasar-dasar fotografi kucing

1. Lensa manakah yang harus saya gunakan?

Berbagai gambar dalam artikel ini diambil menggunakan berbagai jenis lensa, jadi pada akhirnya, hal ini benar-benar bergantung pada seberapa dekat kucing mengizinkan Anda mendekat dan jenis foto yang ingin Anda hasilkan. Menghormati ruang pribadi kucing adalah prioritas utama! Jika Anda memotret kucing liar atau kucing yang tidak dikenal, disarankan untuk memulai dengan lensa telefoto untuk foto close-up, dan sekitar 50mm jika Anda ingin menampilkan lebih banyak lingkungan sekitar.

Baca juga:
Para Pakar Berbagi: Saran & Teknik untuk membuat Foto Kucing yang Unik
4 Konsep Lensa untuk Merombak Foto Anda


2. Fungsi kamera apa yang harus saya aktifkan?

Di menu AF, pastikan sejumlah hal berikut diaktifkan:
- Operasi AF: Servo AF 
- Subject to detect (Subjek untuk dideteksi): Hewan


- Eye detection (Pendeteksian Mata)
Pengaturan ini akan memungkinkan kamera mendeteksi dan memfokuskan pada kucing, termasuk matanya, serta melacaknya meskipun kucing tersebut bergerak. Membidik dengan menggunakan mode rana senyap juga membantu.


3. Pengaturan pencahayaan apa yang harus saya gunakan?

Kecepatan rana ideal bergantung pada seberapa aktif kucing tersebut. Kucing bersifat tidak terduga, jadi secara umum Anda disarankan menggunakan kecepatan rana sekitar 1/500 detik untuk membekukan gerakannya. Jika kucing sedang bermain atau sangat aktif, gunakan kecepatan rana yang lebih cepat: coba sekitar 1/1000 detik. Jika kucing sedang tidur, atau jika Anda sangat yakin kucing tidak akan bergerak sama sekali, Anda dapat menggunakan kecepatan rana yang lebih lambat dari 1/500 detik jika diperlukan.

Pengaturan aperture Anda bergantung pada seberapa banyak keburaman latar belakang yang Anda inginkan.

- Jika keburaman latar belakang bukan prioritas: Sesuaikan pengaturan aperture dan kecepatan ISO dengan kecepatan rana yang Anda gunakan. Anda dapat menggunakan mode Shutter-priority AE untuk menyeimbangkan pengaturan dengan lebih cepat!
- Jika keburaman latar belakang merupakan prioritas: Dua opsi
a) Gunakan mode Aperture-priority AE dan tetapkan f-stop yang serendah mungkin. Ideal untuk tempat yang terang; kecepatan rana mungkin menjadi terlalu lambat dalam situasi cahaya rendah.
b) Gunakan mode pencahayaan manual dan ISO Otomatis.  Tetapkan f-stop dan kecepatan rana sesuai keinginan.

Anda juga mungkin menyukai

Dasar-Dasar Lensa #3: Menciptakan Bokeh

Beginner

11 November 2024

  • 0 views
  • 0 like

3 Jenis Potret Anjing Dibidik dengan menggunakan Animal Detection AF

Beginner

10 February 2021

  • 0 views
  • 0 like

5 Saran untuk Pendeteksian dan Pelacakan Subjek yang Lebih Baik

Beginner

19 June 2023

  • 0 views
  • 0 like

Author

Snapshot

Join the conversation

0 komentar