Sering kali, apabila kita berupaya memotret uap, asap, atau uap air yang muncul, gambarnya tidak menggambarkannya seperti cara kita melihatnya. Dalam artikel ini, saya menjelaskan cara menilai arah cahaya, yang merupakan hal penting dalam menegaskan kehadiran asap atau uap air. (Dilaporkan oleh: Joe Nishizawa)

EOS-1Ds Mark III/ EF16-35mm f/4L IS USM/ FL: 16mm/ Manual exposure (f/8, 1/180 det., EV±0)/ ISO 400/ WB: Daylight
Lokasi: JFE Steel Corporation (dari buku foto “Steelwork Manufacturing Zones”)
Pemandangan asap yang secara samar-samar terlihat keluar melalui celah perlengkapan yang kokoh, menarik perhatian saya, dan gambar ini menunjukkan upaya saya menangkap kedua elemen tersebut.
Apabila memotret asap atau uap air, arah cahaya sangat krusial untuk mendapatkan bidikan yang menghasilkan foto seperti yang Anda inginkan. Memotret pada posisi yang memiliki cahaya latar atau semi-cahaya latar memungkinkan Anda menangkap asap atau uap air dengan cara yang sama seperti kita melihatnya.
Dengan penempatan dan perhatian yang sangat cermat dalam membingkai bidikan saya, saya memutuskan suatu sudut, melakukan penyesuaian halus sehubungan dengan arah cahaya, dan posisi asal asap.
Saran: Gunakan cahaya latar dan latar belakang yang gelap untuk menegaskan asap dan menambah dampaknya
Arah pencahayaan penting untuk menegaskan uap air atau asap, tetapi ini juga penting untuk memilih lokasi pemotretan di mana latar belakang tampak segelap mungkin. Sesuaikan sudut kamera untuk menemukan posisi yang menyatukan cahaya, subjek dan latar belakang secara sempurna.
Kehadiran asap tidak akan tampak jelas apabila memotret dengan cahaya langsung

EOS-1Ds Mark III/ EF16-35mm f/4L IS USM/ FL: 35mm/ Manual exposure (f/8, 1/500 det., EV±0)/ ISO 400/ WB: Daylight
Bidikan ini diambil dari arah yang berlawanan. Seperti yang Anda lihat, asapnya nyaris tidak terlihat.
Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!
Join the conversation