Ulasan EOS 77D dengan Gambar Contoh

Beginner

Pada bulan Februari 2017, telah diumumkan peluncuran EOS 77D, kamera DSLR bagi para penggemar fotografi. Model termutakhir yang dilengkapi dengan DIGIC 7 dan performa yang layak dibanggakan, karena bisa menandingi performa kamera yang lebih canggih. Dalam artikel ini, saya akan berbagi pemikiran tentang bagaimana kebolehan EOS 77D dalam bidikan aktual. (Dilaporkan oleh: Ryosuke Takahashi)

& Digital Camera Magazine& Ryosuke Takahashi

Diterbitkan pada 4 May 2017 Diperbarui pada 29 January 2026

Waktu baca

  • 0
  • 0
  • 0

Pada bulan Februari 2017, telah diumumkan mengenai EOS 77D, kamera DSLR bagi para penggemar fotografi. Model termutakhir yang dilengkapi dengan DIGIC 7 dan performa yang layak dibanggakan, karena bisa menandingi performa kamera yang lebih canggih. Dalam artikel ini, saya akan berbagi pemikiran tentang bagaimana kebolehan EOS 77D dalam bidikan aktual. (Dilaporkan oleh: Ryosuke Takahashi)

 

AF dan performa koreksi lensa yang lebih baik dengan DIGIC 7

Pada umumnya, semakin kecil dan ringan, kamera semakin mudah dibawa-bawa. Segera setelah saya mengambil EOS 77D untuk uji-coba di lapangan, saya bisa merasakan, betapa ringan kamera ini. Malahan, saya punya kesan bahwa kamera ini hampir seringan kamera mirrorless. Fitur Live View yang sudah lebih baik pun, mengesankan. Bukan hanya mampu melacak tanpa hambatan, AF (autofocus) pun tetap terkunci pada subjek, meskipun ia bergerak keluar dari kisaran. Saya sungguh kagum, betapa EOS 77D bisa langsung mendeteksi subjek dan melacaknya saat subjek kembali ke dalam bingkai.

Tingkat kenyamanan seperti ini selama pemotretan, dapat terlaksana berkat prosesor gambar termutakhir, DIGIC 7. Juga, berkat DIGIC 7, koreksi aberasi lensa, seperti koreksi difraksi dan koreksi aberasi distorsi bida dilakukan dalam waktu nyata, keduanya itu memerlukan pemrosesan jumlah data koreksi optik yang besar. Apabila mempertimbangkan, bahwa koreksi aberasi distorsi yang dulu dilakukan dengan pasca-pemrosesan RAW, sekarang, Anda bisa lihat, betapa jauh perkembangan teknologi ini.

EOS 77D/ EF-S55-250mm f/4-5.6 IS II/ FL: 55mm (setara 88mm) / Shutter-priority AE (f/9, 1/1.250 det., EV±0)/ ISO 400/ WB: Auto

Bidikan pesawat udara yang diambil tidak lama setelah lepas landas. Di sini, saya memilih "Zone AF" dalam mode pemilihan area AF, yang memungkinkan kamera menangkap gambar secara tepat. Untuk fotografi genggam pada benda bergerak, saya menganjurkan memilih area AF yang memungkinkan kamera memfokus pada permukaan benda.

 

EOS 77D/ EF-S18-55mm f/4-5.6 IS STM/ FL: 18mm (setara 29mm)/ Aperture-priority AE (f/8, 1/30 det., EV±0)/ ISO 3200/ WB: Daylight (B6)

Untuk white balance, saya memilih "Daylight" untuk mempertahankan kehangatan dalam gambar, tetapi warna kemerahannya terlalu kuat. Oleh karena itu, saya menggunakan fitur koreksi white balance. Untuk menekan warna kemerahan, saya menyesuaikan slide sebanyak 6 peningkatan pada ara B (Blue/Biru). Cara yang efektif untuk mereproduksi rona warna yang akurat adalah dengan mengecek hasilnya dalam Live View.

 

Untuk bidikan ini, saya mengambil sekitar 1000 bidikan dalam satu hari, namun saya tidak perlu menggunakan baterai cadangan yang saya bawa. Jumlah maksimum bidikan pada baterai yang terisi penuh biasanya sekitar 600 (hanya pemotretan viewfinder), namun EOS 77D melampaui itu saat dilakukan uji-coba nyata, meskipun Live View dan lampu kilat built-in digunakan. Saya punya kesan serupa tentang PowerShot G9 X Mark II sewaktu melakukan uji-coba di waktu lalu. Namun demikian, menurut saya, DIGIC 7 telah didesain untuk menghadirkan penghematan daya yang berarti.

Meskipun pada kenyataannya, Anda tidak benar-benar memahami seperti apa kamera itu, sampai Anda mencobanya sendiri, adalah langka bagi saya untuk memiliki kesan yang berubah banyak tentang kamera setelah melakukan uji-coba. EOS 77D adalah kamera yang pasti akan memuaskan para penggemar fotografi.

 

EOS 77D/ EF-S10-18mm f/4.5-5.6 IS STM/ FL: 10mm (setara 16mm)/ Aperture-priority AE (f/8, 1/320 det., EV+0,3)/ ISO 100/ WB: Auto

Dalam pemotretan Live View, Anda bisa mengambil bidikan sambil mengecek efek dari masing-masing jenis koreksi optik dalam waktu nyata. Dalam pemotretan viewfinder, koreksi aberasi distorsi tertentu melibatkan cropping (pemotongan) sebagian layar, jadi memang sulit untuk memastikan kisaran pemotretan yang akurat. Cobalah memahami dan menguasai karakteristik dari berbagai fungsi kamera.

 

EOS 77D/ EF-S18-55mm f/4-5.6 IS STM/ FL: 55mm (setara 88mm)/ Aperture-priority AE (f/5.6, 1/40 det., EV+0,3)/ ISO 400/ WB: Auto

Untuk bidikan ini, saya menggunakan fungsi Touch Focus (Fokus Sentuh) dalam Live View. Kamera memfokuskan secara akurat pada boneka di samping kanan, begitu mulus dan cepat, seakan-akan saya sedang memotret melalui viewfinder. Touch Focus berguna jika ada rintangan di depan subjek utama.

 

EOS 77D/ EF-S18-55mm f/4-5.6 IS STM/ FL: 55mm (setara 88mm)/ Aperture-priority AE (f/5.6, 1/550 det., EV+0,3)/ ISO 100/ WB: Auto

Fungsi Auto White Balance mendeteksi white balance dengan sangat akurat, dan warna-warna yang tepat bisa diekspresikan tanpa terkena dampak oleh warna subjek. Terlebih lagi, semua titik AF dilengkapi dengan sensor tipe silang, sehingga kamera bisa memfokus secara akurat pada bagian tengah bunga. Fokus juga bisa diisolasi secara disengaja. Resolving power (daya pisah:resolusi) EF-S18-55mm f/4-5.6 IS STM, yang juga dirilis pada waktu yang bersamaan dengan EOS 77D, juga istimewa.

 

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai EOS 77D, bacalah:
3 Fitur Keren EOS 77D

Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

 

Related Reads

Canon Mengumumkan EOS 77D dan EOS 800D Baru: Antarmuka Berbeda untuk Gaya Pemotretan yang Berlainan!
Canon Mengumumkan Lensa EF-S18-55mm f/4-5.6 IS STM Baru: Ukurannya diperkecil, Stabilisasi Gambar Lebih Baik
3 Fitur Keren EOS 77D

Author

Digital Camera Magazine

A monthly magazine that believes that enjoyment of photography will increase the more one learns about camera functions. It delivers news on the latest cameras and features and regularly introduces various photography techniques.Published by Impress Corporation

Ryosuke Takahashi

Born in Aichi in 1960, Takahashi started his freelance career in 1987 after working with an advertising photo studio and a publishing house. Besides photographing for advertisements and magazines in a

Join the conversation

0 komentar