Berikut ini dua teknik yang melibatkan circular panning, atau memutar kamera saat Anda membidik. Apabila dikombinasikan dengan teknik panning normal, Anda akan mendapatkan pemandangan yang penuh dinamisme; apabila dikombinasikan dengan teknik zoom burst, Anda akan mendapatkan efek pusaran yang seakan menanti untuk menyedot Anda ke pusat pemandangan tersebut. (Dilaporkan oleh: Yuya Yamasaki, Kazuo Nakahara)

Metode 1: Untuk gambar yang lebih dinamis, putar kamera sambil melakukan panning

EOS-1D X/ EF16-35mm f/2.8L II USM/ FL: 16mm/ Manual exposure (f/10, 1/15 det., EV±0)/ ISO 200/ WB: Daylight
Saya tengah memikirkan tentang cara mengekspresikan kesan kecepatan yang agak berbeda, dan mencoba mengombinasikan teknik circular panning dan horizontal panning. Memang agak sulit menjaga agar lensa sejajar dengan titik fokus di depan kereta yang sedang melaju.
Dengan menggambarkan kereta api sedemikian rupa seolah-olah menyeruak dari tetumbuhan hijau
Di samping teknik panning normal, yaitu, menggerakkan kamera di sepanjang poros horizontal atau diagonal, ada juga teknik circular panning, yang menghasilkan efek buram radial. Dengan mengombinasikan keduanya, Anda mendapatkan teknik yang akan saya jelaskan di sini, yang akan saya sebut teknik panning-spin. Karena Anda harus menjaga agar lensa sejajar dengan titik fokus pada subjek yang bergerak, meskipun saat Anda memutar kamera, kesulitannya dua kali lipat. Untuk foto ini, saya membingkai kereta api di kanan atas foto, menetapkan titik fokus rotasi pada tepi kanan, dan memutar sisi kiri kamera, seperti pendulum. Pada saat yang bersamaan, saya menggerakkan tubuh saya sejajar dengan kereta api yang melaju, pada pan horizontal. Dengan cara ini, saya dapat mengekspresikan dinamisme kereta api yang melaju, seakan menyeruak keluar dari tetumbuhan hijau sedemikian rupa, yang tidak mungkin bisa dilakukan dengan bidikan panning normal.
Dengan memutar kamera, kadar keburaman meningkat saat Anda lebih dekat ke tepi gambar. Dengan menggunakan lensa sudut lebar, Anda dapat secara efektif menambah kadar keburaman lebih jauh lagi.
Metode 2: Mengombinasikan teknik circular panning dengan zoom burst untuk menciptakan efek pusaran

EOS 5D Mark III/ EF16-35mm f/2.8L II USM/ FL: 30mm/ Shutter-priority AE (f/10, 1/10 det., EV+1,0)/ ISO 100/ WB: Auto
Dengan mengombinasikan teknik circular panning dan zoom burst saat berdiri di tengah-tengah terowongan tetumbuhan hijau, saya dapat menciptakan efek pusaran. Dengan menempatkan titik fokus rotasi di tengah, akan membuat gambar yang indah.
Putar kamera Anda menggunakan tangan, tanpa menggunakan tripod
Dengan menetapkan kecepatan rana ke sekitar 1/10 detik, dan memutar kamera sambil memegang cincin zoom lensa untuk bidikan, Anda dapat melakukan teknik circular panning dan zoom burst, keduanya pada saat yang bersamaan. Cobalah memutar kamera secara cepat menggunakan tangan, tanpa menggunakan tripod.

Memutar kamera selama pencahayaan (Circular panning)
EOS 5D Mark III/ EF16-35mm f/2.8L II USM/ FL: 16mm/ Shutter-priority AE (f/11, 1/10 det., EV+1,0)/ ISO 100/ WB: Manual

Melakukan zoom selama pencahayaan (teknik zoom burst)
EOS 5D Mark III/ EF16-35mm f/2.8L II USM/ FL: 25mm/ Shutter-priority AE (f/10, 1/10 det., EV+1,0)/ ISO 100/ WB: Manual
Circular panning menciptakan buram radial yang menawan, sedangkan teknik zoom burst menciptakan kesan kecepatan yang menarik Anda ke pusat gambar. Dengan mengombinasikan kedua teknik ini, Anda mendapatkan dua kali tarikan dalam bentuk efek pusaran yang berputar, seolah-olah akan menyedot Anda ke kedalaman gambar tersebut.
Untuk mengetahui selengkapnya tentang panning dan menggunakan rana lambat, klik di sini
Pengaturan Kamera yang Digunakan untuk Bidikan Rana Lambat yang Mencengangkan!
Seni Shutter Lambat: Menciptakan Lingkaran Buram Surealis
Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!
Join the conversation