3 Hal yang Tidak Pernah Anda Ketahui Tentang Memotret Kembang Api

Beginner

Kembang api bidikan tunggal bisa diluncurkan satu per satu untuk membentuk rentetan kembang api, membuat foto begitu menarik. Karena kembang api sangat terang, hati-hati apabila Anda membidiknya, jangan sampai terjadi blowout. (Dilaporkan oleh Gensaku Izumiya)

& Digital Camera Magazine& Gensaku Izumiya

Diterbitkan pada 24 August 2017 Diperbarui pada 29 January 2026

Waktu baca

  • 0
  • 0
  • 0

Kembang api bidikan tunggal bisa diluncurkan satu per satu untuk membentuk rentetan kembang api, membuat foto begitu menarik. Karena kembang api sangat terang, hati-hati apabila Anda membidiknya, jangan sampai terjadi blowout. (Dilaporkan oleh Gensaku Izumiya)

Fotografi kembang api

EOS 5Ds/ EF11-24mm f/4L USM/ FL: 15mm/ Manual exposure (f/22, 34 det.)/ ISO 50/ WB: 3.150K
Lokasi: Lomba Kembang Api Omagari National Japanese (2016)

 

Dasar-dasar: Tahan rana sampai burst sudah terbuka

Hal yang perlu diperhatikan apabila memotret rentetan kembang api
- Sewaktu membidik, periksa melalui Live View, ketinggian letupan serta seberapa besar efek kembang api.
- Dalam hal rentetan kembang api yang lebar, periksa lebar peluncurannya.
- Pasangkan kamera pada tripod, dan gunakan remote switch (sakelar jarak jauh) untuk membidik.
- Karena kembang api diluncurkan di area yang lapang, bidiklah secara horizontal.
× Kembang api cenderung menghasilkan asap, jadi hindari mengambil bidikan apabila visibilitas kembang api terpengaruh.

 

Kapan melepaskan rana?
Anda harus menggunakan mode manual exposure (M). Sebagai panduan, tetapkan aperture ke sekitar f/22 pada awalnya, lalu tetapkan kecepatan rana ke sekitar 2 detik jika semua kembang api diluncurkan sekaligus, atau sekitar 30 detik jika banyak kembang api yang dilesatkan secara berturutan, kemudian lepaskan rana.

Fotografi kembang api b(kapan melepaskan rana)

1. Tekan sakelar remote saat pertunjukan kembang api menyala.
2. Lepaskan sakelar remote ketika kembang api mulai terbentuk.

 

Hati-hati, jangan sampai bidikan terlalu berlebihan cahaya
Rentetan kembang api adalah cara peluncuran yang terdiri atas sekian banyak kembang api besar dan kecil, sekaligus. Untuk menghindari bidikan yang berlebihan cahaya, sempitkan aperture ke f/22 dan tetapkan kecepatan ISO lambat. Jika kembang api diluncurkan sekaligus, tetapkan kecepatan rana ke 1 hingga 2 detik, atau jika diluncurkan secara berturutan, tetapkan rentang waktu yang lebih lama. Gunakan filter neutral density (ND), reflektor atau cara lain untuk menyesuaikan jumlah pencahayaan.

Sekarang, setelah kita menguasai konsep dasar, mari kita cermati sebagian detail yang akan membantu Anda mengambil foto rentetan kembang api yang jauh lebih bagus!

 

1. Pengaturan waktu rana harus diubah menurut cara dan tempat kembang api diluncurkan

Ada sejumlah cara untuk meluncurkan rentetan kembang api. Jika kembang api diluncurkan dari dua lokasi, tutup rana setelah efek rentetan kembang api kedua padam sepenuhnya. Jika terdapat jeda dalam pengaturan waktu peluncuran kembang api besar dan kecil, sambil mengamati keseimbangan, buka rana sampai kembang api yang Anda inginkan dalam bingkai, diluncurkan ke udara. Apabila kembang api diluncurkan pada sudut miring, hati-hati, jangan sampai gambar kelebihan cahaya. Jika beberapa kembang api diluncurkan sekaligus, tutup rana ketika kembang api sudah terbentuk.

 

Apabila kembang api diluncurkan dari dua lokasi

Kembang api diluncurkan dari dua lokasisi

EOS 5Ds/ EF11-24mm f/4L USM/ FL: 11mm/ Manual exposure (f/22, 13 det.)/ ISO 50/ WB: Auto

 

Apabila terdapat jeda waktu antara peluncuran kembang api besar dan kecil

Kembang api diluncurkan dengan jeda waktua waktu

EOS 5D Mark II/ EF24-105mm f/4L IS USM/ FL: 24mm/ Manual exposure (f/22, 4 det.)/ ISO 50/ WB: Auto

 

Apabila kembang api diluncurkan pada sudut miring

kembang api diluncurkan pada sudut miring secara berturutanutan

 

Apabila beberapa kembang api diluncurkan sekaligus

Beberapa kembang api diluncurkan sekaliguskaligus

EOS 5DS/ EF11-24mm f/4L USM/ FL: 15mm/ Manual exposure (f/22, 1,4 det.)/ ISO 50/ WB: Auto

 

2. Urutan peluncuran dan kecerahan tiap kembang api harus dipertimbangkan sewaktu membidik

Fotografi kembang api (empat lokasi)

Apabila kembang api diluncurkan dari empat lokasi, saya mengarahkan bidikan untuk menangkap kembang api saat diluncurkan secara berurutan, dimulai dari kiri. Namun begitu, kembang api yang paling kanan lebih terang daripada ketiga lainnya, jadi Anda harus teliti agar tidak terjadi blowout dalam gambar. Apabila keempat kembang api sudah diluncurkan dan terbentuk, lepaskan sakelar remote.

 

3. Cara menangkap kembang api yang Anda inginkan saja

Jika menangkap semua kembang api yang diluncurkan secara berturutan, kembang api akan tampak putih bersih dalam gambar, dengan bentuk efek kembang api yang tidak bisa dikenali. Untuk menghindari penempatan kembang api yang tidak diinginkan dalam bingkai, gunakan layar seperti yang ditunjukkan di bawah (atau kain hitam) untuk memblokir kembang api seperlunya.

Papan pemantul buatan sendiri warna hitam ditempatkan pada satu sisi pada satu sisi
Papan pemantul buatan sendiri warna hitam ditempatkan pada satu sisi pada satu sisi
 

Papan pemantul yang saya buat sendiri. Sisi yang menghadap kamera, berwarna hitam. Tutupi lensa dengan ini apabila Anda ingin memblokir kembang api yang tidak diinginkan. Pada dasarnya, ini adalah pemotretan pencahayaan multipel.

 

Rujuk ke artikel berikut ini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai teknik memotret kembang api.
2 Benda Sehari-hari yang Bisa Mengubah Foto Anda
Menyambut Tahun Baru dengan Kembang Api Warna-Warni di Ancol, Indonesia
Memotret Kembang Api: Tutorial
Cara Menangkap Bidikan Genggam Pertunjukan Kembang Api yang Artistik

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

 

Related Reads

Lensa FAQ #5: Apa saja Pro dan Kontra ND Filter?
Cara Menangkap Bidikan Genggam Pertunjukan Kembang Api yang Artistik
Memotret Kembang Api: Tutorial

Author

Digital Camera Magazine

A monthly magazine that believes that enjoyment of photography will increase the more one learns about camera functions. It delivers news on the latest cameras and features and regularly introduces various photography techniques.Published by Impress Corporation

Gensaku Izumiya

Born in Akita in 1959, photographing fireworks has been a lifelong passion for Izumiya. He mainly photographs landscapes, commercials, people, goods, and cooking, and creates photos of fire and water.

Join the conversation

0 komentar