3 Langkah untuk Menangkap Gambar Close-up Atlet yang Sedang Beraksi Secara Mengesankan

Beginner

Potret olahraga tidak perlu harus menampilkan suatu pose. Beginilah cara Anda bisa menangkap potret close-up dramatis yang mengesankan dari atlet yang sedang beraksi, dan membuatnya terlihat seperti bidikan di studio foto.

& Digital Camera Magazine& Shugo Takemi

Diterbitkan pada 23 August 2018 Diperbarui pada 29 January 2026

Waktu baca

  • 0
  • 0
  • 0

Fotografi olahraga tidak sekedar mengabadikan suatu aksi laga dan suasana. Di sini juga ada faktor yang sangat manusiawi, entah itu keindahan bentuk manusianya, atau memperlihatkan luapan emosi pada saat yang menentukan. Berikut ini sebagian saran tentang cara memperlihatkannya dalam potret dramatis, bidikan pada suatu pemandangan di lapangan—bukan di dalam studio. (Dilaporkan oleh: Shugo Takemi)

 

Atlet gimnastik pria saat memegang lingkaran angkat tubuh yang memperlihatkan otot lengan

EOS-1D X/ EF400mm f/2.8L IS II USM/ FL: 400mm/ Manual exposure (f/2.8, 1/800 det.)/ ISO 800/ WB: Auto

Dalam gimnastik, kemampuan angkat tubuh dengan bergantung pada sepasang cincin atau lingkaran angkat tubuh, harus memanfaatkan kekuatan otot lengan semaksimal mungkin, jadi saya tahu yang perlu diperlihatkan dalam bidikan ini. Untuk menarik perhatian ke bentuk dan intensitas otot, saya mencari posisi pemotretan yang memberikan latar belakang gelap.

 

Langkah 1: Pilih lensa super telefoto

Lensa super telefoto sempurna untuk menarik perhatian ke bagian tertentu sang atlet (misalnya, otot lengan, seperti gambar di atas). Untuk foto ini, saya memilih untuk menggunakan lensa prima super telefoto 400mm, EF400mm f/2.8L IS II USM, yang memungkinkan bidikan close-up, hanya pada lengan dan kepala sang atlet.

Saya lebih suka menggunakan lensa prima daripada lensa zoom apabila mengambil bidikan close-up semacam itu: Hal ini menyingkirkan godaan untuk melakukan zoom out dan menggunakan sudut yang lebih lebar untuk menangkap bagian tubuh lainnya, khususnya apabila menggunakan superzoom yang mencakup kisaran sudut yang sangat besar dari lebar ke telefoto. 

 

Lensa yang digunakan: EF400mm f/2.8L IS II USM

EF400mm f/2.8L IS II USM

Apabila memotret acara olahraga, Anda harus berkeliling dan langsung bereaksi pada saat tertentu. Saya memilih lensa ini karena beratnya hanya 3.850g, agak ringan untuk lensa super telefoto, sehingga saya bisa leluasa bergerak. Depth-of-field yang dangkal membantu menonjolkan subjek utama.

 

Jika Anda memiliki kamera EOS R series, pertimbangkan: RF400mm f/2.8L IS USM

RF400mm f/2.8L IS USM super telephoto lens

Lensa prima super telefoto 400mm f/2.8L profesional dari Canon yang beratnya hanya 2.890g untuk dudukan RF, lebih ringan secara signifikan. Dengan lensa ini, Anda tidak perlu menggunakan adaptor dudukan!

Baca juga:
Lensa RF vs Lensa EF: Apa perbedaannya, dan Cara Menentukannya?

 

Langkah 2: Buatlah latar belakang segelap dan sesederhana mungkin

Untuk bidikan di atas, kebetulan ada layar tampilan video besar di belakang, yang memberikan latar belakang gelap. Sudut pandang sempit lensa, dapat meniadakan gangguan lebih jauh lagi, menyederhanakan latar belakang hanya pada elemen yang paling esensial. Kesederhanaan tersebut, membantu memfokuskan perhatian pemirsa pada subjek bidikan—bentuk fisik atlet gimnastik yang mengesankan.

 

Saran: Gunakan monopod untuk kombinasi sempurna, stabilitas dan mobilitas

Semakin panjang lensa, semakin Anda perlu waspada untuk menstabilkan bidikan Anda. Pada saat yang sama, dept-of-field yang dangkal juga berarti bahwa, Anda mungkin harus berkeliling untuk membuat penyesuaian halus pada komposisi Anda. Saya menggunakan monopod, yang bisa menyangga sekaligus leluasa untuk menggerakkan kamera.

 

Posisi pembidikan

Diagram pembidikan (posisi atlet gimnastik, layar dan fotografer)

Dengan memasangkan perlengkapan pada monopod, saya memotret sang atlet dari jarak 20m, menggunakan layar tampilan gelap di belakang untuk menciptakan latar belakang yang gelap. Jarak dari sang atlet ke layar sekitar 15m.

 

Langkah 3: Agak mengurangi pencahayaan untuk mendapatkan efek bidikan studio

Untuk lebih jauh lagi menyempurnakan bidikan, kurangi pencahayaan sekitar 1 stop kecepatan rana dari correct exposure. Hal ini membuat latar belakang yang gelap semakin gelap, menciptakan penampilan yang serupa dengan bidikan studio.

 

Saran: Atur waktu pelepasan rana untuk menghasilkan kontras terbaik

Secara alami, para atlet yang bertanding selalu bergerak cepat, dan berubah posisi, demikian juga kemunculan mereka di setiap kali pencahayaan berubah. Untuk memastikan agar tubuh sang atlet tampak menonjol, Anda dapat memaksimalkan kontras antara i) bagian tubuh yang disinari cahaya dan ii) latar belakang yang gelap. Untuk bidikan ini, saya melepas rana pada saat atlet gimnastik sedang berpegangan pada cincin angkat tubuh yang tampak terang benderang oleh pencahayaan di lokasi.

 

Cara lain untuk menggunakan teknik ini

1. Tarik perhatian pada emosinya

Close-up pada pemain anggar yang berteriak

EOS-1D X/ EF800mm f/5.6L IS USM/ FL: 800mm/ Manual exposure (f/5.6, 1/500 det.)/ ISO 12800/ WB: Auto

Apa pun luapan emosi yang terpancarkan, entah itu teriakan frustrasi atau tangis kebahagiaan, bidikan close-up telefoto pada latar belakang gelap membantu memperlihatkan luapan emosi yang terpancarkan pada wajah sang atlet.

 

2. Mengabadikan bidikan yang mengerahkan segala kekuatan, darah, keringat dan air mata

Close-up pada otot punggung

Kamera APS-C EOS/ EF28-200mm f/3.5-5.6 USM/ FL: 100mm/ Shutter-priority AE (f/7.1, 1/400 det.)/ ISO 1600/ WB: Manual

Menuntun perhatian ke tampilan keringat bisa menghasilkan bidikan yang sangat menggugah. Keringat pada kulit sang atlet yang memancarkan cahaya, dan menonjol pada latar belakang gelap yang kontras.

 

Juga baca artikel berikut ini mengenai fotografi olahraga:
Fotografi Olahraga: Cara Menegaskan Kecepatan Dengan Mengontraskan Suasana yang Tenang dengan Suasana yang Bergejolak
Kamera FAQ #18: Cara Menggunakan High-speed Continuous Shooting untuk Membekukan Momen Secara Lihai

Cermati juga semua lensa super telefoto ini!

RF100-500mm f/4.5-7.1L IS USM

Lensa zoom super telefoto profesional yang juga sangat bagus untuk fotografi kehidupan alam liar dan lanskap,​​​​​​.

​​​

RF100-300mm f/2.8L IS USM

Lensa zoom telefoto profesional yang canggih dari Canon, mempertahankan aperture konstan besar f/2.8 pada seluruh rentang zoom. Sempurna untuk para fotografer aksi laga yang memerlukan fleksibilitas, jangkauan dan kecepatan.​​​​​

 

Related Reads

Fotografi Olahraga – Komposisi Gambar dan Pengaturan Kamera
Kamera FAQ #18: Cara Menggunakan High-speed Continuous Shooting untuk Membekukan Momen Secara Lihai
Fotografi Olahraga: Cara Menegaskan Kecepatan Dengan Mengontraskan Suasana yang Tenang dengan Suasana yang Bergejolak

Author

Digital Camera Magazine

A monthly magazine that believes that enjoyment of photography will increase the more one learns about camera functions. It delivers news on the latest cameras and features and regularly introduces various photography techniques.Published by Impress Corporation

Shugo Takemi

Born in 1985, Takemi graduated from the Department of Photography at Nihon University’s College of Art. After completing his studies he relocated to Vancouver in Canada where he worked for a local new

Join the conversation

0 komentar